Senin, Juli 01, 2013

MENGUBAH ANGGAPAN BALIKPAPAN KOTA MAHAL

Harga kebutuhan pangan yang terus bergejolak menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk bisa mengendalikannya. di balikpapan terdata 11 komoditas yang memiliki disparitas atau kesenjangan harga terlalu tinggi sehingga merugikan konsumen. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Balikpapan pun dibentuk dalam rangka menjaga kesejahteraan masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi daerah. TPID balikpapan merupakan penjabaran kesepakatan antara kantor perwakilan bank indonesia balikpapan dengan pemerintah kota. yang akan mengupayakan terpenuhinya ketersediaan pasokan bahan pangan dan meminimalkan dampak kenaikan harga. Salah satu program yang akan digagas adalah pembentukan pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS). melalui sistem ini masyarakat bisa mengakses informasi mengenai harga terkini komoditas pangan baik melalui website ataupun pengiriman pesan singkat atau sms. Jawa timur sendiri telah lebih dahulu membentuk pusat informasi harga dengan nama sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (SISKAPERBAPO). Sehingga TPID Balikpapan dengan mengajak saya dan beberapa rekan media lainnya pun melakukan studi banding ke Jawa Timur pada akhir Juni 2013 lalu. ================================ Sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok atau biasa disingkat SISKAPERBAPO di jawa timur telah dibentuk sejak tahun 2010. Kepala DISPERINDAG Provinsi Jawa Timur Budi Setiawan menjelaskan, di jawa timur terdapat 135 pasar. Namun dalam SISKAPERBAPO memuat sekisar 19 komoditi yang berasal dari 38 pasar yang mewakili 29 kabupaten dan 9 kota di jawa timur. Secara teknis budi merincikan setiap pagi pihaknya menugaskan dua tenaga outsor ditiap pasar untuk survei harga, kemudian data dimasukan dalam sistem setiap pukul 9 hingga 10 pagi. Data yang telah masuk ke laman SISKAPERBAPO itu selanjutnya dapat diakses masyarakat, baik melalui laman resmi ataupun pesan singkat. Dengan adanya SISKAPERBAPO, lanjut budi, pihaknya bisa melakukan tindakan ketika harga naik, disamping juga masyarakat bisa dengan mudah mengetahui harga barang yang ada dipasar. “Kami pemerintah provinsi jawa timur berupaya mengendalikan harga antar kabupaten kota di jawa timur supaya selisih harga masing masing wilayah tidak terlalu tinggi. Intinya kurangi disparitas harga,” kata Budi. Budi juga mengungkapkan, intervensi yang dilakukan pemerintah jika terjadi gejolak harga adalah dengan melakukan operasi pasar. selain itu, langkah bijak lain yang ditempuh adalah memberikan subsidi ongkos angkut kepada distributor ketika ada indikasi terjadi kenaikan harga, seperti kenaikan harga bbm dan menjelas hari besar keagamaan. “Jadi bantuan operasional ongkos angkut itu memang kita berikan, ketika ada mau kenaikan BBM, ketika mau puasa dan lebaran, ketika mau natal dan tahun baru, itu kita berikan. Kita ga boleh memberikan bantuan terus menerus. Kita membentuk tim, baru ada anggaran itu,” ungkapnya. Pemimpin kantor bank indonesia balikpapan tutuk sh cahyono memastikan pusat informasi harga akan mempermudah masyarakat baik produsen dan konsumen untuk mengetahui harga terkini sejumlah komoditas pangan di pasar. ia juga menegaskan upaya tersebut harus dilakukan guna membenahi sistem tata niaga yang selama ini menjadi faktor utama tingginya inflasi di balikpapan. Ia pun berencana untuk mensinergikan sistem informasi tersebut di tiga kota di kaltim yaitu balikpapan, samarinda dan tarakan serta jawa timur yang merupakan daerah pemasok terbesar untuk wilayah balikpapan. “Kita ingin membangun kerjasama yang lebih baik. Karena memang pangan di balikpapan sebagian besar di pasok dari Jawa Timur. Jadi ketika kita bisa dapat informasi dan kerjasama, maka kita juga bisa lebih baik dalam mengendalikan inflasi kita. Dan, kita juga ingin membangun pusat informasi yang kalau bisa lebih baik lagi kedepan,” tutur Tutuk. Masih terkait dengan program TPID Balikpapan, pemkot juga mengganggarkan 400 juta rupiah dalam apbd perubahan untuk pengadaan layar informasi sebesar 5 x 10 meter sebanyak dua buah. Kepala badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) kota balikpapan suryanto, menjelaskan layar informasi itu akan ditempatkan di dua pasar tradisional, agar masyarakat bisa tahu berapa harga komoditas yang dipantau di pasar. “ Selama ini memang masih banyak permainan harga di pasaran. Saya pribadi menilai pembentukan pusat informasi harga ini juga baik. Kami tinggal menganggarkannya saja,” tukas Suryanto. Dalam kesempatan itu, TPID balikpapan juga menyambangi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di RT 4 Rejomulyo Kecamatan Kota, Kediri, yang telah menerapkan KRPL sejak 2011 lalu. Di balikpapan sendiri KRPL baru di launching pada mei 2013 lalu, sehingga dinilai perlu untuk mendalami sistem pengelolaan, permasalahan sekaligus solusi yang dihadapi.
Penyuluh pendamping KRPL Yulianto menuturkan, sebagai kawasan percontohan, pada tahun 2011 pihaknya mendapat hibah dari gubernur jatim berupa rangkaian penunjang KPRL. Diantaranya polibak, terpal, bibit tanaman, bibit lele dan ayam kampung. Diakui Yulianto cukup sulit membangkitkan animo warga. sehingga pihaknya terus memberikan semangat dan contoh fasilitasi teknologi pertanian agar warga tidak jenuh untuk terus menanam. kiat tumbuhkan kesadaran sungkan pun dilakukan, dan hasilnya sedikitnya 40 an rumah di RT 4 Rejomulyo sudah memiliki KRPL0 dan bahkan meluas hingga 30 rumah di rt sebelah. Yulianto sendiri menilai, program KRPL di kalimantan akan sukses jika dijalankan dengan sunguh-sungguh. Mengingat kalimantan masih terdapat hutan sehingga tanahnya masih alami. “Tanah sana kan subur masih alami ga seperti di jawa. Karena disana masih hutan,” ujar Yulianto sembari menambahkan pihaknya harus berjuang keras untuk membangkitkan animo warga terhadap program KRPL ini. Masih di kediri, rombongan TPID balikpapan menyambangi desa puh jarak kecamatan plemahan, yang ternyata telah menerapkan pola KRPL sejak 2010 secara swadaya.
Kepala Desa Puhjarak Sugiyo mengatakan, mayoritas warganya adalah bekerja sebagai petani, sehingga tidak terlalu sulit untuk mendorong terbentuknya kelembagaan kelompok budidaya. Menurut Sugiyo sebagian besar petani palawija dikawasannya telah beralih menjadi peternah lele ataupun petani sayuran, yang mana setelahnya ternyata pendapatan perkapita per bulan para petani tersebut tumbuh antara 300 hingga 500 ribu rupiah. Sugiyo juga mengaku di awal masih menemui sejumlah kendala seperti teknis, perilaku masyarakat dan pendanaan kegiatan. Namun seiring dengan adanya program KRPL oleh pemerintah, pihaknya pun mendapat bantuan simultan dari dinas pertanian provinsi dan juga dalam waktu dekat akan bekerjasama dan bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri. “Alhamdulillah petani kita pendapatannya tinggi. Yang dulu petani palawija sekarang beralih ke ternak lele. Jadi kalau kalkulasinya paling tidak dari pendapatan hasil perkapita per bulan naiknya kurang lebih 500 an,” ujar Sugiyo lantas tersenyum. Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Balikpapan Chaidar Chairulsyah mengungkapkan, kebutuhan pokok di balikpapan 95 persennya berasal dari luar daerah, salah satunya jawa timur. Sehingga ia sangat mendukung program rumah pangan lestari, dengan menganggarkan 214 juta rupiah dalam APBD Perubahan 2013. Anggaran itu nantinya dimanfaatkan untuk pengadaan bibit serta kelengkapan persemaian benih, dan diberikan secara stimulan bagi masyarakat. Dalam studi banding ini, lanjut chaidar, pihaknya akan mengadopsi beberapa jenis komoditas yang bisa ditanam di balikpapan. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, yang selama ini memiliki program penanaman di lahan pekarangan. “Kita membuka peluang untuk bekerjasama dengan pkk kota, karena mereka sendiri punya pekarangan untuk itu. Kita akan sosialisasikan terus program pangan lestari ini. Misalnya menanam terong, cabai, kangkung dan sayuran lainnya yang mudah ditanam di pekarangan,” imbuhnya. Sejatinya, inflasi memang harus ditekan dan harga- harga khususnya komoditi pangan tetap bisa dikendalikan. ini lah yang menjadi tugas TPID Balikpapan agar serius membuat terobosan terobosan sehingga mampu mengubah image balikpapan sebagai kota mahal. Jika image balikpapan sebagai kota mahal sudah hilang, maka dampak harga di pasaran pun sedikit demi sedikit secara sistemik akan turun. Dan bagi konsumen, akan berdampak pada terjangkaunya harga barang yang ada di pasaran. (*)

Selasa, November 27, 2012

Pertamina Utamakan Kepentingan Nasional dalam Pendistribusian BBM Bersubsidi




JAKARTA, 26 November 2012 – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6,9% pada 2012 atau meningkat dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi 2011 sebesar 6,4%. Pertumbuhan ekonomi suatu Negara sangat erat kaitannya dengan pasokan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM). Apalagi, dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat, daya beli masyarakat terdongkrak, volume kendaraan dipastikan juga ikut terkerek, yang pada akhirnya juga menyebabkan peningkatan konsumsi BBM, terutama Premium dan Solar.

Konsumsi Solar dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 6%. Adapun, konsumsi Premium meningkat rata-rata 8% per tahun. Bahkan, pada 2011 peningkatan konsumsi Premium nasional mencapai 11%, dan merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Pada tahun ini, seiring dengan mulai bergeraknya program pemerataan persebaran investasi dan industri ke beberapa daerah di luar Jawa melalui program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), beberapa daerah provinsi ataupun kabupaten/kota di luar Jawa konsumsi BBM tumbuh hingga 25%. Dengan demikian, pertumbuhan kebutuhan BBM, khususnya untuk transportasi darat merupakan sebuah realita sebagai dampak dari kemajuan perekonomian nasional.

Di sisi lain, apabila dicermati dalam 5 tahun terakhir realisasi konsumsi BBM bersubsidi cenderung di atas kuota. Tahun 2006 adalah terakhir kali di mana realisasi konsumsi BBM bersubsidi berada di bawah kuota yang ditetapkan. Tahun lalu, realisasi konsumsi BBM bersubsidi mencapai 41,7 juta KL atau 3% di atas kuota yang ditetapkan sebesar 40,4 juta KL. Namun, kuota BBM bersubsidi tahun ini sempat hanya ditetapkan sebesar 40 juta KL atau lebih kecil dari realisasi tahun sebelumnya.

Apabila kuota BBM bersubsidi pada saat itu tidak ditambah, terlebih setelah beberapa program pengendalian yang direncanakan pemerintah tidak sepenuhnya berhasil, sama artinya dengan menafikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Sampai pada akhirnya, pemerintah dan DPR menetapkan tambahan kuota menjadi 44,04 juta KL pada September 2012, di mana 43,88 juta KL di antaranya menjadi tanggung jawab Pertamina. Tambahan angka kuota BBM tersebut sebenarnya berada di bawah proyeksi Pertamina yang telah disampaikan pada saat penetapan asumsi APBN 2012, yaitu 45,24 juta KL.

Berdasarkan rapat evaluasi pernyaluran BBM bersubsidi pada Oktober dan November 2012, yang dikoordinasikan oleh Kantor Wakil Presiden dan diikuti oleh menteri-menteri terkait, pemerintah melihat perlunya melakukan pengendalian penyaluran BBM bersubsidi agar kuota tidak terlampaui. Dari beberapa pilihan pengendalian, pemerintah menugaskan Pertamina untuk melakukan pengendalian penyaluran BBM bersubsidi dengan kitir, yaitu penjatahan secara proporsional di setiap provinsi sesuai dengan sisa kuota di bagi jumlah hari tersisa hingga akhir tahun.

Mengacu pada surat BPH Migas No. 943/07/Ka BPH/2012 tertanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, Pertamina mulai melakukan pengendalian dengan kitir per tanggal 19 November 2012 dengan pemotongan jatah harian di seluruh SPBU dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat persentasenya antara 1% hingga 35% sesuai dengan kuota yang tersisa di daerah terkait. Berdasarkan data per 23 November 2012, selama dilakukan kitir telah terjadi penghematan rata-rata sebesar 13% dari proyeksi penyaluran normal dalam periode tersebut untuk Solar, dan 10% untuk Premium .

Selama dilakukan pengitiran dalam sepekan terakhir, terjadi fenomena antrean panjang di SPBU di berbagai daerah, seperti Batam, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Palembang, Tanjung Pinang, Lampung, Tarakan, Palangkaraya, Pontianak, Kutai Barat, Purwakarta, Masalembu, Surabaya, Sidoarjo, Atambua, Flores, Kupang, dan beberapa daerah lainnya. Sebenarnya, Pertamina telah menyiapkan BBM non subsidi di semua wilayah di Indonesia sebagai alternative bagi masyarakat. Akan tetapi, antrean terus terjadi karena masyarakat tetap ingin membeli BBM bersubsidi, bahkan sampai bermalam kendati BBM non subsidi masih tersedia. Hal ini juga menunjukkan fakta bahwa masyarakat belum sepenuhnya siap membeli harga keekonomian apabila pada saat yang sama masih ada BBM bersubsidi.

Di beberapa daerah, antrean telah menimbulkan ketegangan. Potensi antrean dapat terjadi di daerah-daerah lain dan dapat berpotensi menciptakan konflik horizontal, sebagaimana telah terjadi di Kutai Barat.

Dengan fakta lapangan tersebut, dan sebagai rasa tanggung jawab Pertamina untuk ikut menjaga stabilitas keamanan nasional, terhitung mulai tanggal 25 November 2012 Pertamina memutuskan untuk menyalurkan BBM bersubsidi secara normal sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah. Sampai dengan 24 November 2012, realisasi penyaluran Premium mencapai 25,2 juta KL dan Solar sebanyak 12,9 juta KL. Dengan normalisasi penyaluran BBM bersubsidi tersebut diperkirakan kuota BBM bersubsidi akan terlampaui masing-masing sekitar 450.000 KL Premium dan 800.000 KL Solar. Pada dasarnya, Pertamina selalu mengikuti penugasan dan arahan pemerintah dalam hal penyaluran BBM bersubsidi. Dalam hal ini, Pertamina selalu berkonsultasi dengan pemerintah c.q Kementerian ESDM dan BPH Migas sebagai pemberi tugas.

Konsultasi juga terus dilakukan terkait dengan rencana BPH Migas untuk melaksanakan Gerakan Nasional Hari Tanpa Premium Bersubsidi yang akan dilaksanakan pada 2 Desember 2012 di mana Pertamina mendapatkan tugas untuk melaksanakan gerakan tersebut. Potensi penghematan dari gerakan ini adalah sekitar 15.000 KL dengan nilai penghematan Rp75 miliar. Namun, sejauh ini Pertamina belum mendapatkan surat resmi penugasan terkait dengan Gerakan Nasional tersebut dari BPH Migas.

Sebagai antisipasi sambil menunggu surat resmi dari BPH Migas, Pertamina telah mulai mensosialisasikan kepada Himpunan Wiraswasta Migas Nasional (HISWANA MIGAS) bahwa pada tanggal tersebut, mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB SPBU-SPBU yang beroperasi di Jawa Bali dan dan 5 kota besar lainnya di luar Jawa, yaitu Medan, Batam, Palembang, Balikpapan dan Makasar tidak melayani penjualan bensin bersubsidi dan menyiapkan alternatif bensin non subsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Plus. Masyarakat tidak perlu khawatir karena SPBU tetap akan beroperasi dan BBM cukup tersedia. (sumber ESDM_PRESSCENTER@YAHOOGROUPS.COM)

Fact sheet

*Kuota BBM Bersubsidi 2012 Disalurkan Pertamina untuk sektor transportasi
Premium : 27,7 juta KL
Solar : 13,6 juta KL


*Realisasi penyaluran BBM Bersubsidi hingga 24 November 2012
Premium : 25,2 juta KL
Solar : 12,9 juta KL


*Efisiensi dari kebijakan pengendalian pasokan (kitir)
Premium : 10% dari rata-rata konsumsi normal
Solar : 13% dari rata-rata konsumsi normal

*Rata-rata penyaluran harian (normal)
Premium : 80.000 KL per hari
Solar : 42.900 KL per hari


*Potensi kelebihan kuota BBM bersubsidi pasca normalisasi pasokan
Premium : 450.000 KL
Solar : 800.000 KL






Minggu, Mei 13, 2012

Tsunami Asap Rokok


“Indonesia diterjang tsunami asap rokok! Siap diterkam oleh tornado narkoba!!”. Kalimat itu diucapkan seorang ustad dalam suatu taklim ba’da subuh di Masjid Istiqamah Balikpapan. Dan aku pun menjadi semakin tertarik mendengarkan kelanjutan ceramah yag direlay langsung oleh radio IDCFM digelombang 89,5 FM tersebut.

Dengan semangat juang 45, penceramah itu bercerita telah membuat penelitian kecil. Dicontohkan seorang pemuda mulai menghisap rokok sejak usia 20 hingga 60 tahun, yang berarti merokok selama 40 tahun. Setiap hari ia menghabiskan rokok satu bungkus alias 10 batang dengan asumsi 25 kali hisap untuk satu batang, 3000 kali hisap dalam satu bulan dan mencapai 2 juta lebih hisapan rokok dalam satu tahun. Belum lagi saat merokok tidak mengucapkan doa dan menggunakan tangan kiri pula.

Nah, sekarang jika dirupiahkan. Satu hari pemuda itu menghabiskan satu bungkus rokok seharga Rp.12 ribu, satu bulan Rp 360 ribu, berarti dalam satu tahun pemuda itu sudah menghabiskan uang sebesar Rp 4,3 juta lebih hanya untuk membeli rokok. Itu pun kalau harganya belum naik. Dan cilakanya lagi, sadar ga sadar pemuda ini lebih rela menghabiskan uang untuk beli rokok dari pada berzakat dan sedekah, atau.. mendaftar haji.

“43 juta anak Indonesia terpapar asap rokok!” kalau diteliti, mungkin 90 persen orang berhenti merokok karena maut menjemput. Nauzubillah min zalik.. Sementara sisanya berhenti merokok karena sakit dan yang paling minim persentasenya akibat mendapat hidayah.

Diakhir penyampaiannya, penceramah itu kembali menekankan. sebelumnya Allah SWT sudah wanti-wanti mengingatkan,” hai sekalian manusia (baik muslim, yahudi, dst), makanlah apa yang ada di bumi ini halalan thoyiban. Halal juga baik. Dan jangan lah kamu ikuti langkah setan. Sesungguhnya setan bagi kamu adalah musuh yang nyata.” Dari ayat itu saja kita sudah bisa memastikan, bahwa kita hanya disuruh memakan yang halal dan baik,” tegas nya.

Usai mendengar ceramah itu, aku kembali merenung untuk kesekian kalinya. Aku yakin para perokok ini sadar dengan sengaja telah menyakiti organ tubuh mereka. Aku yakin mereka tau benar, efek asap rokok menyakiti istri, anak dan kerabat disekitarnya.. mereka juga pasti pernah berfikir, anak anak menjadi tercemar dengan mengkader sebagai perokok aktif.
Dengan beraneka ragam alasan, mereka masih juga merokok. Mungkin, candu yang terkandung pada nikotin, membuat mereka para perokok khusus patuh dan taat merokok selama puluhan tahun, bahkan sampai ajal menjemput… padahal merokok kan sama aja menghisap kentutnya setan. ck ck ck, menyedihkan sekali ya..:’(

Kembali beranjak dari penelitian kecil yang dilontarkan penceramah tadi, nyata adanya, kalau konsumsi rokok memang jauh lebih unggul dari pada melakukan salat lima waktu.. lebih berharga dari pada beramal dan menabung untuk tunaikan rukun islam ke-5. Jadii, AYOO semangat untuk mengajak bapak, suami, abang, adik, anak dan kerabat kita untuk berhenti merokok!! Dan buat kalian para perokok, SADAR dan JANGAN EGOIS LAH!!! (*)

Rabu, Februari 08, 2012

Anak Angkat yang menyusahkan Orang tua

Cerita ini mengajak orang yang hendak mengangkat anak untuk banyak berpikir. Khususnya bagaimana cara mendidiknya dengan baik seperti yang diingini. Jangan seperti Khojah Astor . akibat anak angkat, rusak kehidupannya dan habis segala harta bendanya… ck ck ck!! Dari buku “Cerita Teladan Burung Bayan”
*****************************************

Khojar Astor adalah seorang saudagar yang kaya raya di negeri Tabaristan. Namun ia tidak beranak. Lalu seorang budak Habsyi bernama Sadalab masih kanak-kanak di angkat sebagai anaknya. Khojah Astor sangat menyayangi dan memelihara anak itu dengan baik. Segala keperluan anak itu dipenuhinya. Sadalab benar-benar hidup bagaikan anak orang penting, selalu dikelilingipelayan dan dituruti kemauannya.

Menjelang usia 12 tahun, semakin tampak lah perilaku yang manja dan suka diatur. Ia tak pandai mengaji karena perilakunya buruk. Suatu hari Sadalab berkelahi dengan temannya sesame mengaji. Guru mereka berusaha melerai perkelahian itu, namun Sadalab terus memukuli temannya. Akhirnya Sadalab memukul temannya itu dengan sebilah kayu. Kena dibagian kepala sehingga kepala teman Sadalab pun berdarah-darah.

Guru mengaji sungguh menyesali perbuatan Sadalab dan langsung membawanya kepada Khojah Astor. Mengetahui kenakalan anak angkatnya, Khojah Astor pun marah. Apalagi. Orang tua teman Sadalab pun datang mengadukan perkelahian itu sambil menceritakan sakit yang diderita anaknya.

“Maafkanlah tuan, anak saya ini. karena saya tidak sempat mencegahnya melakukan itu kepada anak tuan.” Kata Khojah Astor dengan rasa sedih dan malu. ia merasa sangat bersalah. Maka, diberinya segala macam uang dan pemberian lainnya, guna menghilangkan kemarahan dan juga biaya pengobaan anak yang menjadi korban kenakalan Sadalab itu. “Tolong lah tuan bersabar dan mengampuni kesalahan anak kami.”

Karena melihat kerendahan hati Khojah Astor, orang tua anak itu pun menjadi hilang marahnya. “Terimakasih tuan akan nasihatnya dan juga seluruh kebaikan dan pemberian tuan kepada kami. Sungguh tak ternilai harganya,” kata orang tua anak itu.
Demikian lah Sadalab sering menimbulkan kesulitan dan membuat malu bagi Khojah Astor dan istrinya serta sanak kerabatnya. Ketika Sadalab berumur 20 tahun, mulai lah ia senang menghabiskan harta orang tua angkatnya. Ia senang berfoya-foya dan bermewah-mewah dengan harta Khojah Astor. Sementara itu Khojah Astor sendiri tak bisa berbuat banyak menghadapi kenakalan anak angkatnya.

Ketika melihat sepak terjang anak Sadalab yang semakin membuat malu keluarga, sanak saudara Khojah Astor pun mulai marah. Mereka menuntun Khojah Astor berlaku keras kepada anak angkatnya itu. Namun, apa kata Khojah yang mulai tua? “Wahai sanak saudaraku, sungguh benarlah kata-kata kalian itu. Kalian pasti sudah geram atas seluruh perbuatan buruk Sadalab. Apalagi diriku yang menjadi orang tua angkatnya. Aku sudah tidak sanggup lagi.” Kata Khojah Astor sedih.
Mendengar itu, terdiamlah mereka semua. Tak ingin mereka menambah beban dan kesedihan Khojah Astor yang baik hati itu. Semakin hari semakin banyak perbuatan memalukan dan kejahatan yang dilakukan Sadalab. Padahal usianya sudah dewasa untuk memikirkan pekerjaan yang lebih serius, misalnya berumah tangga atau menyelenggarakan usaha.

Suatu hari terjadilah keributan antara Sadalab dengan keponakan Khojah Astor. Mereka terlibat perkelahian sengit dengan menggunakan senjata tajam. Akhirnya Sadalab tertusuk belati di bagian perutnya. Karena pendarahan yang tak kunjung berhenti, meninggallah anak angkat Khojah Astor itu. (*)

Raja Harman Syah dan Istri Adiknya

Satu kisah dibawah ini mengajarkan kita, baik kaum laki-laki dan perempuan untuk berhati hati. Supaya terhindar dari segala fitnah….masih dari buku “Cerita Teladan Burung Bayan”

****************

Alkisah tentang seorang raja bernama Raja Harman Syah, yang memerintahkan sebuah negeri yang amat besar. Raja mempunyai permaisuri, bernama Putri Kamarul’ain yang terkenal cantik dan bercahaya serta berbudi mulia. Baginda amat mencintai istrinya.
Raja Harman Syah mempunyai saudara laki-laki bernama Raja Ahmad, dan mempunyai istri bernama putrid Saifah dari kerajaan Andalas. Putrid yang ini dikenal cerdas, cantik dan pandai menulis halus serta memahami ilmu falak.

Suatu hari putrid Saifah dipanggil iparnya Putri Kamarul’ain untuk diajak bermain congklak. Mereka berdua bermain dengan gembira layaknya anak-anak. Karena asyiknya permainan dan tawa mereka, Raja Harman Syah pun masuk ke ruang tempat mereka bermain dan menunggui permaisurinya. “Sudah lamakah kalian bermain?” Tanya baginda dengan manis.

“Baru saja. Hamba pun belum menang,” kata permaisuri.
“Teruslah bermain. Kalau perlu aku ajari supaya menang.” Kata raja menggoda istrinya.

Melihat kemesraan suami-istri dihadapannya, hati Putri Saifah tergetar. Ia mulai membandingkan suaminya dengan raja Harman Syah yang kelihatan amat baik kepada istrinya. Sudah bertahun-tahun ia menjadi istri adik Raja Harman Syah, tapi baru kali ini ia melihat kemesraan raja.

Setelah kejadian itu, Putri Saifah sering diam-diam memandang Raja Harman Syah dan mulai terpaut dengan raja yang berkuasa itu. Ia lalu membandingkan ketampanan wajah raja dengan suaminya Raja Ahmad. Raja Harman Syah merasa aneh dengan perilaku adik iparnya itu. Diam-diam baginda pun berdoa agar Putri Saifah dikaruniai kesadaran akan kesalahan sikapnya itu dan bermohon pada Allah agar tak terjadi fitnah karena perempuan itu.

Raja Ahmad tidak tahu sama sekali keadaan istrinya. Hanya saja ia merasa heran mengapa Putri Saifah tidak bersikap manis seperti biasanya. Bahkan belakangan istrinya sering melamun seperti sedang memikirkan sesuatu dan tubuhnya menjadi kurus karena hanya sedikit makan dan minum.

Karena khawatir, Raja Ahmad pun memanggil banyak tabib ke istana untuk memeriksa keadaan sang putri. Namun betapa sedih hati Raja Ahmad, karena tak satu obatpun dapat memperbaiki keadaan sang putri.

Setelah berminggu-minggu memikirkan Raja Harman Syah, Putri Saifah nekad mengirim surat kepada baginda. Tulisannya memang indah, ia membuat syair merdu merayu menyuarakan isi hatinya kepada Raja Harman Syah yang dikaguminya. Tanpa rasa malu disuruhnya seorang pelayan kepercayaannya bernama Elah untuk mengantar surat cinta itu. Pelayan ini mendapat upah yang banyak untuk menyampaikanniat buruk Putri Saifah ini.

Raja Harmansyah sedang hendak mandi-mandi di kolam istana, ketika akhirnya datanglah pelayan perempuan suruhan Putri Saifah. “Mengapa engkau datang tergopoh-gopoh? Apa yang kau bawa?” baginda berpikir mungkin Raja Ahmad mempunyai keperluan mendesak, sehingga menyuruh pelayannya datang ke tempat itu.

“Tuan Putri Saifah menyuruh hamba mempersembahkan surat ini baginda,” kata Elah tanpa malu-malu.

Raja Harman Syah sangat marah mendengar pernyataan pelayan adik iparnya itu. Setelah memberikan tanda suratnya telah diterima dan menyuruh pelayan itu pergi, raja berdoa kepada Allah agar urusan dengan Putri Saifah ini diselesaikan. Baginda sungguh tidak ingin ada fitnah besar menimpa keluarga kerajaan.

Lain halnya denga Elah. Ia datang kepada Putri Saifah dan berbual bahwa sang raja memberikan syalnya sebagai tanda kenangan kepada Putri Saifah. Hati Putri Saifah pun semakin berbunga-bunga sehingga perempuan yang berkhianat itu semakin suka melamun dan tubuhnya pun semakin habis. Setiap hari didekapnya syal itu.

Karena sakit yang semakin parah, akhirnya Putri Saifah meninggal dunia. Raja Ahmad amat sedih atas kejadian ini. lalu melihat syal kakandanya ada di tempat tidur istrinya, mulai lah hatinya curiga. “Tapi tak mungkin istriku berkhianat kepadaku.” Raja Ahmad pun terus berduka dan setiap hari menangis sedih. Raja Harman Syah pun tak tega melihat keadaan adiknya. Suatu hari, dibawanya adiknya itu berbicara empat mata. Lalu diceritakannya segala peristiwa yang menimpa Putri Saifah itu. Tentu saja Raja Ahmad tidak begitu saja mempercayainya. “Panggil pelayanmu Elah. Ia taus emua yang terjadi dengan istrimu itu.” Kata Raja Herman Syah.

Benar saja. Ketika Elah dipanggil, ia menceritakan yang sejujurnya. Betapa terkejut raja muda itu, mendengar penghianatan istrinya. “Untung saja Allah segera memanggilnya, sehingga tak terjadi fitnah yang lebih besar,” kata Raja Ahmad penuh rasa syukur. Maka, baginda Raja Harman Syah pun memeluk adindanya yang bijaksana itu. Setelah itu Raja Ahmad pun tidak bersedih lagi.

Tak lama kemudian Raja Ahmad menikah kembali dengan Putri Rabiah, Putri Raja Kisar. Sungguh Putri Rabiah adalah istri yang beriman dan berakhlak mulia. Raja Ahmad dan istrinya pun hidup bahagia, saling setia dan saling menyayangi.(*)

Raja yang mendengar nasihat Kambing

Well,kisah dibawah ini juga aq copas alias coppy paste dari buku "Cerita Teladan Burung Bayan". cerita ini sangat cocok untuk perempuan yang akan dan sudah berumahtangga.. cek it dot!! ^_^

************************

Ada seorang raja dari negeri Hindustan yang memerintah dengan adil dan berakhlak mulia. Raja memiliki wilayah kerajaan yang sangat besar. Baginda memiliki seorang istri cantik dan sangat mencintai suaminya. Begitu pula baginda amat mencintai permaisuri yang berbudi ini.

Kesukaan raja Hindustan adalah berburu. Ketika raja sedang berburu di hutan, bertemulah baginda dengan dua ekor ular, ular yang satu betina kelihatan baik wajahnya, sedangkan ular yang jantan tampak jahat. Melihat itu, dalam hati baginda berkata, “Sesungguhnya kedua ular itu bukan pasangan. Yang jantan terlihat jahat, sedangkan ular betina terlihat baik.” Kemudian raja menghunus pedangnya dan menebas ular jantan hingga tewas. Sementara ular betina lari dan kembali ke suaminya, tapi dengan ekor terputus karena kena tebas pedang raja.

“Mengapa ekormu terputus?” Tanya suami ular. Sang istri pun berkata, “ tadi raja Hindustan sedang berburu, lalu hendak menangkapku dengan pedangnya. Untung yang kena Cuma ekorku. Begini lah jadinya,” kata istri ular.
Mendengar pengaduan istrinya, panas lah hati suami ular. “Awas kamu raja Hindustan! Akan kubalas kejahatanmu itu dengan bisa ku yang sangat mematikan ini!” kata suami ular dengan garang. Sesungguhnya ular jantan ini memang raja dari segala ular. Maka pergilah ular ke istana raja. Di tempat duduk raja memang selalu tersaji aneka bunga dan wewangian yang disiapkan permaisuri raja. Ditumpukan bunga dan wewangian itu lah ular jantan bersembunyi. Sampai akhirnya datang lah raja dan duduk diatasnya, dan
bercerita dengan permaisuri tentang peristiwa yang baru dialaminya.

“Tadi dalam perburuan, aku mendapati dua ekor ular. Aku merasa ular betina itu berkencan dengan ular lain yang bukan suaminya. Karena jenis keduanya berbeda. Bagaimana hal ini, seekor ular saja bisa berbuar jahat kepada pasangannya, apalagi manusia?” kata raja.

Diam-diam ular jantan itu mendengar semua pembicaraan raja dan permaisuri. “Hampir saja raja ini mati karena pengaduan yang jahat dari istriku,” guman raja ular geram. Keluarlah raja ular dari persembunyiannya dan menghampiri raja. Melihat ada ular besar, raja pun menghunus pedangnya dengan segera.
“Tuanku Syah Alam, janganlah tuan sangka hamba hendak berlaku jahat. Sesungguhnya hamba adalah suami dari ular betina itu. Duli tuan tuan telah berbuat banyak kepada hamba. Sekarang apa kehendak tuan, agar hamba bisa melakukan persembahan kepada baginda?”
“Lakukan apa saja yang pantas menurutmu,” Kata raja.
“Sesungguhnya hamba memiliki ilmu yang tak dapat dimiliki orang lain. Hamba memiliki ilmu bercakap cakap dengan binatang. Hamba ingin membaginya dengan tuan.” Kata ular jantan dengan takzim. “Tapi tuan tidak boleh memberitahukannya kepada orang lain. Kalau tuan melanggar, maka tuan akan mati,: kata ular mengingatkan akibatnya.

Kemudian ular jantan kembali kesarangnya. Ia pun membawa istrinya menuju tempat bangkai ular jantan yang jahat itu. Ketika dilihatnya ada ekor istrinya tertinggal disana, raja ular pun langsung membunuh istrinya.
Suatu kali, raja Hindustan sedang berada diperaduannya bersama sang permaisuri. Seperti biasa permaisuri menaruh bunga dan wewangian. Rupanya dibawah kasur itu ada sepasang serangga yang mencium wewangian yang sedap itu.
“Kalau saja permaisuri memberiku bunga dan wewangian itu sedikit, tentu sudah kuhamparkan kepadamu.” Kata serangga betina.
“Sayangnya istri raja ini pelit ya? Tak sedikitpun kita dibaginya,” Kata serangga jantan.

Mendengar dialog dua ekor serangga itu, raja Hindustan tertawa-tawa. Permaisuri pun amat kaget melihat perihal suaminya. Raja pun menceritakan kemampuannya mendengar perbincangan sepasang serangga itu. Raja juga mengingatkan bahwa keselamatannya akan terancam jika menceritakan kemampuannya itu pada orang lain. Merajuk lah sang permaisuri. Ia sungguh ingin mengetahui rahasia pembicaraan-pembicaraan binatang.

“Jika kakanda mencintai hamba, ajarkan lah ilmu itu pada hamba. Kalau kakanda tidak mengajarkannya, akan mati lah hamba ini,” Kata permaisuri semakin merajuk.
Mendengar ucapan itu, sedihlah hati raja. “Kalau istriku mati, akan mati pula lah aku ini. karena cintaku padanya, akan kukatakan saja apa yang kuketahui ini. biar aku menanggung akibatnya,” pikir raja.

Seminggu kemudian raja mengajak permaisuri ketaman. Disana ada sebuah mahligai tempat biasa raja dan permaisuri duduk diiringi dayang dayangnya. Lalu ada sepasang kambing yang sedang makan rumput. Raja melihat kambing betina sedang bunting dan menyuruh suaminya mengambilkan sebuah tanaman segar dan menarik untuk dimakan yang letaknya ditengah sebuah kolam. Maka, kambing jantan itu segera mencebur ke kolam hendak mengambilkan tanaman untuk istrinya yang sedang hamil. Tapi ia hamper mati lemas, karena letak tanaman itu di bagian kolam yang paling dalam. Akhirnya kambing jantan naik kembali dan menghampiri istrinya. “Tak sanggup aku mendapatkan makanan itu. Hampir-hampir aku mati lemas,” kata kambing jantan terengah-engah.
Ternyata kambing jantan tetap merengek minta diambil. Dan berulang kali ia mengatakan kalau tidak makan tanaman itu, akan mati lah ia. Kambing jantan pun menjadi marah. “terserah apa katamu! Kalau memang kamu mau mati, mati sajalah. Tapi aku ga mau mati tenggelam gara-gara hendak mengambil tanaman itu. Kalau aku mati, kamu boleh kawin dengan siapa saja yang kamu suka. Kalau kamu mati, akan kucari lagi pasangan peng ganti,” kata kambing jantan tegas.

“Aku tidak mau seperti raja Hindustan itu! Mau saja menuruti keinginan istrinya. Sebaiknya dipikirkan dahulu apa yang dikatakan pasangan kita itu. Perempuan itu ada kalanya bisa menjadi racun, dan ada kalanya bisa jadi penawar. Begitu lah wanita,” kata kambing jantan panjang lebar. Mendengar kemarahan suaminya itu, kambing betina tidak bisa berkata-kata lagi.
Raja memperhatikan semua isi pembicaraan sepasang kambing itu. Diam-diam raja mengakui kebenaran kata-kata kambing jantan itu. Dan ketika permaisuri menagih janji sang raja untuk memberitahukan ilmu berbahasa binatang yang dikuasainya itu, kali ini raja bisa menolaknya. “ kalau tuan tak ajarkan juga, maka akan mati lah hamba,” kata permaisuri sedih.
“Jika adinda mati, aku akan mencari permaisuri pengganti. Seorang istri yang cantik dan patuh kepada suaminya. Sedangkan kalau aku mati, maka cari lah suami pengganti bagimu, yang baik pula,” kata sang raja.

Betapa kaget permaisuri mendengar ucapan raja itu. Semenjak itu, tak berani ia memaksakan kehendaknya kepada suaminya. (*)

Selasa, Februari 07, 2012

Perempuan & Suaminya yang Pencemburu

Untuk pertama kalinya aku meminjam buku di perpustakaan daerah kota balikpapan, saat melihat-lihat jejeran buku yang tersusun tidak begitu rapi di rak, mataku tertuju pada satu buku berjudul "Cerita Teladan Burung Bayan". baca sinopsisnya, ternyata cukup menarik. akhirnya aku memutuskan, buku ini akan aku pinjam. Ada 24 kisah klasik yang memikat hati dan penuh teladan. salah satunya kisah dibawah ini. "Perempuan dan Suaminya yang Pencemburu"

******

Alkisah, seorang perempuan yang cantik parasnya, bersuamikan seorang yang pencemburu. Sehari hari sang suami lebih banyak berada di rumah untuk menjagai istrinya yang cantik molek itu. Laki-laki ini malas berdagang atau bekerja, sehingga harta mereka pun lama-kelamaan menipis. Sang istri yang rupawan itu menjadi bingung melihat keadaan suaminya.

“Wahai suamiku, sekarang ini kita telah tak berharta lagi. Bagaimana dengan kehidupan kita, dengan apa kita makan? Mengapa engkau tidak pergi berlayar atau berdagang? Bagaimana nasib kita kelak?” Tanya istri dengan rasa cemas.
“Istriku tercinta, sungguh aku tak ingin berpisah denganmu. Aku khawatir jika pergi meninggalkanmu, ada orang yang akan berbuat jahat kepadamu. Aku juga khawatir engkau tak pandai menjaga diri,” kata sang suami, tak kalah cemas.
Istri tersenyum simpul mendengar kata-kata suaminya itu. Rupanya alas an itu lah yang membuat suaminya enggan berpisah dengannya. “Pernahkan tuan mendengar sebuah hikayat?” kata sang istri merajuk.

“Hikayat apa gerangan? Ceritakanlah padaku,” kata suami itu.

Maka , istri cantik ini pun mulai bercerita. “Dahulu ada seorang laki-laki yang sangat baik, menikah dengan perempuan yang amat dicintainya. Tapi, laki-laki ini tidak pernah cemburu pada istrinya. Berbagai caradibuat sang istri untuk memancing rasa cemburu suaminya, namun laki-laki ini tetap saja tidak pernah marah padanya. Lama kelamaan sang istri berpikir bahwa jangan jangan suaminya tidak suka lagi padanya. Akhirnya ia mencoba cari cara lain, ia memanggil seorang sahabat wanitanya yang kemudian didandanin dengan pakaian laki-laki. Lalu ia pun bercakap-cakap dengan mesranya, seolah sahabatnya seorang laki-laku yang dikasihinya. Ternyata suaminya tak juga menunjukan rasa cemburu. Sang istripun akhirnya tidak sabar, dan kemudian mendatangi suami.

“Wahai suamiku, mengapa engkau tidak pernah merasa cemburu kepadaku? Berbagai cara kulakukan, tetapi tetap saja kamu tidak bisa cemburu,” kata perempuan itu dengan jengkel.

“Wahai istriku terkasih, aku ini tidak perlu cemburu kepadamu. Karena dari pengalaman, banyak laki-laki yang cemburu justru diberdaya oleh istrinya,” kata sang suami bijak.

Kemudian laki-laki itu bercerita, ada sebuah hikayat kuno, yang kedengarannya mustahil namun sesungguhnya mengandung hikmah. Dulu ada seorang laki-laki yang bisa menyulap dirinya menjadi berbagai bentuk. Laki-laki ini sanbat pencemburu, karena istrinya adalah perempuan yang sangat cantik dan baik budi. Suatu kali istrinya hendak pergi jauh, lalu laki-laki berubah menjadi gajah agar istrinya bisa duduk dipunggung dan membawanya ke mana saja ia pergi. Ia khawatir bila akan terjadi sesuatu dengan istrinyadan takut istrinya menjadi tidak setia kepadanya. Sampailah disebuah pohon yang rindang, dan gajah pun berteduh disana. Ternyata diatas pohon ada seorang laki-laki yang mencari angin. Ketika terpandang olehnya seorang perempuan cantik duduk diatas gajah, ia pun tersenyum pada perempuan itu. Dan perempuan itu pun membalas senyuman laki-laki yang menggodanya. Laki-laki itu pun mendekati perempuan itu dan mereka kemudian asyik mengobrol di punggung gajah. Sungguh, laki-laki itu tidak tau kalau gajah itu sesungguhnya suami perempuan yang molek itu.

“Ada sebuah rahasia penting,” kata perempuan itu lagi. “Tidak kah engkau tahu bahwa sesungguhnya gajah yang membawaku kemana-mana ini adalah suamiku sendiri. Suamiku adalah seorang pencemburu. Saking jengkelnya, maka aku jadis erring berbuat iseng. Aku terima perkenalan banyak laki-laku yang jatuh hati karena kecantikanku. Aku telah mengkhianatinya.”
Laki-laki itu amat terkejut. “Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?” tanyanya tak percaya. Karena ketakutan laki-laki itu segera lari dan kembali bersembunyi di balik pohon. Kemudian gajah itu pergi berlalu, seperti tak terjadi apa-apa dengannya.
“Demikianlah, kata sang suami, dengan keadaan suami seperti itu saja istri bisa berkhianat. Jadi kalau engkau ingin berbuat khianat sedangkan aku telah menjaga dan mencemburuimu, tetap saja itu bisa dilakukan. Maka aku tidak mau memelihara rasa cemburu itu,” kata sang suami lagi.

Sungguh lega sang istri mendengar hikayat yang dituturkan suaminya ini. “Kalau aku khianat kepadamu, tentu tak sulit bukan? Tapi insyaAllah, tak akan kulakukan itu,”

“Aku tak bisa mempercayaimu seratus persen, walaupun engkau telah berbuat janji kepadaku,” kata sang suami.
“Jika engkau tidak juga mempercayaiku, ada setangkai bunga dan sehelai kain berwarna merah tua. Pakailah olehmu, dan bawalah berlayar. Jika ternyata bunga itu layu dan kain itu menjadi luntur, berarti aku telah berbuat khianat kepadamu,” kata istrinya sambil tersenyum.

Mendengar ini, suaminya setuju. Ia pun pergi berlayar dengan bermacam barang dagangan. Sampailah ia disebuah negeri yang diperintah oleh seorang raja yang budiman. Rupayanya raja menyukai saudagar yang bersikap baik ini. hampir setiap waktu saudagar diajak berjalan mengelilingi negeri. Sampai akhirnya masuk lah musim kemarau yang mengakibatkan tanaman dan pepohonan mongering dan layu kemudian rontok. Namun, diam-diam raja heran dengan sekuntum bunga yang dibawa oleh saudagar itu, yang tetap segar.

“Bunga apakah ini? sudah berbulan-bulan di sini, tak sedikit pun ia berubah warnanya,”Tanya sang raja menyelidik. Namun setelah mendengar alas an yang diutarakan saudagar ini, raja justru merasa tidak percaya bahwa kepercayaan suami istri bisa dilihat melalui kain dan bunga. Akhirnya raja mengutus seorang hamba yang amat tampan wajahnya, untuk menggoda hati istri saudagar tersebut. Dan pada malam harinya, sampailah hamba raja itu didepan rumah istri saudagar.

“Wahai orang muda, karena aku istri orang, apa kata orang nanti bila suamiku mengetahui perbuatanku. Aku akan dibunuhnya. Dan engkau sendiri tak akan dilibatkan dalam peristiwa ini,” kata istri saudagar itu dengan manis.

“Wahai wanita mulia yang jelita, katakanlah segala yang kau inginkan itu. Pasti akan kuturuti,” kata hamba raja itu.
Istri saudagar pun memintanya agar mendatangi seluruh penduduk negeri ini dan mengatakan bahwa ia tertarik pada istri saudagar itu. Setelah raja hamba itu pergi, perempuan cantik yang setia itu membuat lubang besar di dalam rumahnya. Dan ketika hamba raja itu datang lagi, dan hendak masuk ke rumah, didorongnya tubuh laku-laki itu ke dalam lubang. Tinggallah raja hamba itu seorang diri, namun tetap diberi makan dan minum oleh istri saudagar itu.
Sementara raja terus menanti hambanya yang tak kunjung datang. Akhirnya raja mengutus seorang laki tampan lainnya guna menggoda istri saudagar itu. Sama seperti orang pertama, istri saudagar itu melakukan hal yang sama, sampai-sampai raja mengirimkan orang yang ke empat, namun juga belum kembali. Hingga akhirnya raja menjadi penasaran, dan menyamar kemudian pergi menjumpai istri saudagar itu.

Ketika hari telah malam, datanglah raja kepada istri saudagar. Istri saudagar menyuguhi tamunya dengan makanan dan minuman. Perempuan ini curiga ketika melihat cara duduk tamunya yang terakhir ini, “ia pasti orang besar, kalau bukan raja, tentu perdana menteri atau orang terkemuka,” katanya dalam hati. Istri saudagar pun mengemukakan syarat yang sama seperti kepada empat tamu sebelumnya.

Ketika raja telah pergi, istri saudagar menanyai keempat orang yang dikurung dalam lubang persembunyian. “Kenalkah kalian kepada orang itu?” tanyanya.
“Dia adalah raja kami. Baginda lah yang menyuruh kami untuk menggoda tuan. Dikarenakan raja melihat bunga yang selalu dibawa oleh suami tuan yang tak pernah layu,” orang-orang itu menyahut.

Setelah mengetahui rahasia itu, empat orang tadi pun dikeluarkan dari lubang persembunyian dan meminta mereka untuk mendampinginya ketika raja kembali datang. Ketika raja datang, amat heranlah baginda melihat empat orang suruhannya. Empat orang ini pun bercerita mengenai pengalamannya bersama istri saudagar yang setia itu.
“Wahai raja, apakah tuan kira hamba ini seperti perempuan lain yang mudah menyerah karena godaan? Sungguh hamba sangat takut kepada Allah SWT.”

Mendengar ucapan istri saudagar itu, malulah hati raja. Raja pun memberikan segala harta benda yang dibawanya kepada istri saudagar itu. Setelah itu, kembalilah raja ke istana dan menemui saudagar sahabatnya itu. Raja pun menceritakan mengenai muslihat yang direncanakannya. Raja memuji kesetiaan istri saudagar itu. Saudagar itu pun begitu bahagia mendengar cerita mengenai istri yang dikasihinya itu. Ia pun ingin segera pulang menemuinya.
Maka, raja pun menghadiahkan harta benda yang sangat banyak kepada saudagar itu. Ketika sampai ke negerinya kembali, hidupkah saudagar itu dengan bahagia bersama istrinya.(*)

well, ternyata kisah ini memang menarik dan dibumbui nasihat yang berarti ya.. lumayan keriting neh jari. tapi gpp deh berbagi cerita, khususnya buat kaum perempuan yang membuka blog ini. Cayoo perempuan!! ^_^

Jumat, Oktober 28, 2011

Media Visit Pertamina Kalimantan 2011


GA NYANGKA!!: Alhamdulillah yaaa.. foto sy & dua rekan lainnya mendapat perhatian lebih dibanding 50 peserta lainnya dari dewan juri. Untung aja, sendal hotel yg sy pakai ga mempengaruhi hasil penilaian. Hehehee (06/10/11)




Teks Foto: di Monumen PT Pertamina EP Unit Bisnis Sangasanga & Tarakan. kata orang sono noh, tempat ini eropanya kaltim... (5/10/11)


Berebut Blok Mahakam

Pantaslah PT Pertamina “ngotot” mengambil alih Blok Mahakam Kalimantan Timur. Berdasarkan catatan, saat ini Blok Mahakam menyimpan cadangan dua miliar barel oil equivalent, yang bisa dioptimalkan hingga 30 tahun kedepan. Bahkan pertamina meyakini dari jumlah itu, masih ada kemungkinan penambahan cadangan migas disana. Sehingga pertamina akan terus menggali dengan memanfaatkan teknologi transfirmasi yang telah diberlakukan pertamina sejak 2008 lalu.
Pertamina sendiri merasa percaya diri, bakal memenangkan Blok Mahakam. Setidaknya itulah yang disampaikan Vice President Corporate Comunication Pertamina Mochamad Harun dalam kegiatan Media Visit Pertamina Kalimantan 2011 pada Kamis (06/10). Yang menyatakan pengolahan Blok Mahakam sendiri merupakan salah satu strategi Pertamina memperoleh target laba dirata rata Rp 54 triliun per tahun.
Harun mengklaim, Pertamina memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri hulu migas, sehingga mampu mengeksplorasi dan produksi hasil minyak dan gas dari Blok Mahakam tersebut. Disusul dengan karyawan yang berpengalaman lebih dari 20 tahun, sehingga Pertamina menjamin sanggup menjadi operator dan pemegang mayoritas Blok Mahakam yang telah diolah kurang lebih selama 45 tahun tersebut.
Pertamina pun telah mengajukan permohonan mengambil alih Blok Mahakam tersebut kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini kementrian energi sumber daya alam dan mineral. Ia berharap pengajuan tersebut mendapat tanggapan positif, mengingat Pertamina merupakan satu satunya perusahaan energi yang milik pemerintah, sehingga diharapkan bisa memberi sumbangsih lebih besar terhadap kemajuan Negara Indonesia.
Blok Mahakam sendiri saat ini masih dikelola oleh PT Total EP, yang mana masa berlakunya akan habis pada 31 Desember 2017 mendatang. PT Total pun tammpaknya masih akan melakukan perpanjangan kontrak. Sehingga dewasa ini PT Total terus melakukan penggalian untuk mengingkatkan produksi.. HHmmmm, kita liat saja. Who’s ganna win..!!

Sabtu, Oktober 08, 2011

Media Food Challenge


Tanding Masang Perempuan Lintas Media
KOMPAK: Ajang Media Food Challenge juga mengajak untuk saling mengenal perempuan perempuan yang bekerja di sejumlah media.

Istri Walikota Balikpapan Arita Rizal Effendi menantang perempuan dimedia baik media cetak, elektronik, dan online untuk tanding memasak nasi goreng. Acara bertempat aula rumah jabatan wawali pada minggu, 10 Juli 2011 ini digagas Forum Perempuan Lintas Media (FPLM), yang difasilitasi Istri Walikota Balikpapan Arita Rizal Effendi. Media Food Challenge Juga didukung oleh sejumlah sponsor yaitu Nutrifood, Hotel Pacific, Inul Vizta, Telkomsel dan Chevron.
Acara berlangsung seru, ramai dan menyenangkan. Perempuan media ditantang memasak nasi goreng ayam goreng dan jus dengan peralatan seadanya hanya dalam waktu 40 menit. Saat lomba masak berlangsung, sejumlah peserta ada yang menyeletuk, “Cobeknya kok licin”, “Pisaunya cuma satu sih”, bahkan ada yang bertanya “ gimana ya cara ngidupin kompornya?.
Bagaimana hasil masakannya?! “Lumayanlah, masih bisa dimakan. Masing masing kelompok juga terlihat kompak dan menjaga kebersihan”, ujar Chef Hery selaku dewan juri.(*)

Rabu, Juli 13, 2011

Ketegasan Walikota Balikpapan hadapi Brigade La Galigo dan FSAKB


Balikpapan—Walikota Balikpapan Rizal Effendi terbitkan surat keputusan menanggapi aksi demonstrasi yang terjadi di balikpapan sejak tiga pekan ini, pada rabu (13/7)sore.
Dalam jumpa pers di aula kantor walikota rabu sore , dengan didampingi ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong dan Kapolresta Balikpapan Sabar Supriyono, walikota memutuskan tiga hal.
SERIUS: suasana jumpa pers jajaran pemerintah dan kepolisian di Aula Kantor Walikota. (Rabu 13/7)


Pertama melarang brigade La galigo beraktivitas sebelum mendapat surat keterangan terdaftar dari walikota. Kedua tidak mengizinkan Forum Suku Asli Kalimantan Bersatu (FSAKB) melakukan tuntutan di lapangan yang mengganggu ketertiban. Dan ketiga, semua penyelesaian permasalahan dilakukan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.
Dalam jumpa pers yang hanya berlangsung 10 menit itu, walikota Rizal juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi isu yang tidak bertanggungjawab dan melapor kepihak berwajib jika menemukan hal hal yang mengganngu ketertiban umum.
“Setiap tindakan dari kedua kelompok dalam hal ini Brigade La galigo dan FSAKB yang tidak mematuhi keputusan diatas, pihak berwajib akan melakukan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” Tegas Rizal.
Sementara Kepala Polresta Balikpapan AKBP Sabar Supriyono menyampaikan, sampai saat ini kondisi balikpapan masih kondusif. Ia memastikan akan melakukan tindakan tegas jika masih terjadi aksi demonstrasi.
“Kami pastikan akan melakukan tindakan tegas sesuai hukum terhadap pelaku demonstrasi. Begitu pula dengan pelaku sms yang berisi pesan yang bersifat propokatif. Untuk itu, kami  mengimbau masyarakat untuk pasca diterbitkannya sk walikota hari ini, masyarakat balikpapan ikut menciptakan rasa aman,” ujar Sabar.
Sayangnya sore itu para wartawan tidak diberi kesempatan untuk bertanya. bahkan saat dijumpai usai jumpa pers, walikota Rizal enggan member komentar saat dihujani pertanyaan langkah apa yang akan ditempuh terkait permasalahan ini. Demikian juga Kapolres Sabar, yang hanya mengatakan akan mengambil langkah tegas sesuai hukum.
Bagaimana komentar wakil rakyat Andi Burhanuddin Solong sendiri??!! Sayangnya usai jumpa pers, ketua DPRD kota Balikpapan ini begitu cepat berlalu tanpa sempat dimintai keterangan wartawan.
Padahal menurut saya pribadi, keterangan beliau sangat dibutuhkan. Mengingat Andi Burhanuddin Solong terdaftar sebagai satu dari tiga angora DPRD kota Balikpapan lainnya yang bertindak dewan penasehat Brigade La galigo. (*)

Selasa, Maret 02, 2010

Mengenal Bank Indonesia




Uang, devisa negara, sistem pembayaran non tunai dan kliring. Empat hal tersebut nyata tidak bisa lepas dari peran serta bank indonesia.

Sesuai undang undang nomor tiga tahun 2004, sebagai bank sentral, bank indonesia wajib menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. untuk mencapai itu, terdapat tiga pilar utama yang menjadi tugas bank indonesia, yaitu, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi kinerja perbankan.

Selain dituntut melaksanakan tugas utama tersebut, bank indonesia juga diminta untuk tetap memiliki komitmen kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud dari program Coorporate social responsibility (CSR).

Saya, atas nama radio IDC Fm, menjadi satu dari enam media di Balikpapan yang berkesempatan mengunjungi Bank Indonesia, Jakarta Pusat selama tiga hari, pada awal Desember 2009 lalu.

Tulisan ini pun, mencoba membahas seputar program kepedulian bank indonesia dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan.

*******************************************

Kedatangan kami dalam rangka mengenal lebih dekat dengan bank indonesia.

Tentu saja kedatangan kami didampingi empat pegawai kantor bank indonesia balikpapan, yang bertindak selaku fasilitator.

Sesampainya di sana, sambutan hangat seorang staff humas bank indonesiai menyapa kami, para insan media asal balikpapan, yang berkunjung ke gedung bank indonesia, pagi itu.

Tanpa membuang-waktu, kami pun diajak kedalam ruangan yang cukup besar, dan didalamnya sudah hadir para pembicara yang akan menyampaikan segala hal menyangkut hak dan wewenang bank indonesia.

Berbicara mengenai hak dan wewenang bank indonesia, tentu tidak terlepas dari yang namanya peredaran uang, pengelolaan devisa negara, sistem pembayaran non tunai dan kliring.

Namun saya sendiri lebih tertarik membahas mengenai program kepedulian bank indonesia atau csr terhadap lingkungan. ini mengingat kondisi bumi kita yang cukup memprihatinkan dewasa ini.

Yang nyata pula, kepedulian lingkungan bank yang berdiri sejak 1951 tersebut selanjutnya berimbas positif pada perekonomian warga setempat.

Setelah membenarkan posisi duduk dan menghidupkan mikrofon dihadapannya, staff pengedaran uang direktorat perkembangan uang dan perencanaan bank indonesia, Yustiman, menyampaikan, bahwa sejumlah Kantor Bank Indonesia dibeberapa daerah, diperkenankan memberi limbah uang kertas atau briket secara cuma-cuma kepada pelaku usaha kecil menengah setempat, satu tahun belakangan ini.

Satu contoh, oleh pelaku Usaha kecil Menengah (ukm) di Jawa Timur (Jatim), limbah briket tersebut pun dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan, seperti boneka.

Padahal sebelumnya, uang-uang yang telah dihancurkan tersebut hanya dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir sehingga menjadi limbah yang merugikan lingkungan.

”Kita buangnya tidak sembarangan. Setelah di uraikan terus kita ratakan di tempat pembuangan akhir sehingga tidak berceceran. Kemudian kalau brikat, itu kan beberapa ukm di jawa timur ingin memanfaatkan limbah itu. Dan kita koordinasi dengan kantor bi disana,” papar Yustiman.

Kesadaran tentang pentingnya mempraktikan program CSR memang menjadi tren global.
Selain sebagai wujud penerapan prinsip Good Corporate Governance, juga terkait dukungan pencapaian tujuan milenium goals development.

Menurut Yustiman, hal ini salah satu upaya dalam menunjukan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. selain itu juga sebagai upaya pengurangan angka kemiskinan menjadi 50 persen dari 18 juta jiwa lebih, pada 2015.

Ibarat sekali mendayung dua terlampaui. Lingkungan menjadi sehat dan kesejahteraan masyarakat sekitar pun tercapai.

”Briket limbah racikan kertas, itu sangat sulit untuk di daur ulang. Karena tintanya itu cukup padat. Dankita ga buang-buang uang, karena itu memang limbah,” ujarnya lagi.

Tidak berhenti sampai disitu.

Untuk kalangan sendiri, peti pengiriman uang bank indonesia ke daerah melalui jasa transportasi laut, rencananya diganti menjadi bahan sejenis kertas karton anti air dari sebelumnya berupa kayu papan.

Staff pengedaran uang lainnya, Agus Susanto, mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, bahan karton lebih tahan air dan lebih tahan lama ketimbang kayu yang lekas lapuk.

”Untuk kemasan sudah disiapkan standarisasinya itu. Kalau dulu menggunakan kayu, kan lekas lapuk. Kita berencana mengubahnya dengan bahan kardus yang tahan air. Itu beberapa negara juga telah menggunakannya,” terang pria berbadan subur itu.

Selain itu, lanjut agus, pihaknya saat ini telah melakukan pengkajian, terhadap bahan baku uang kertas yang ramah lingkungan. Dalam pengkajian ini pihaknya mencoba mengambil sampling dari sejumlah perusahaan pemasok kertas di dunia.

”Kita akan lakukan kajian komprehensif, mungkin ga di Indonesia ada dua perusahaan kertas yang bisa untuk bahan dasar pembuatan uang,” ungkap Agus.

Beranjak dari hal tersebut, di indonesia terdapat 107 kliring lokal, baik dilaksanakan bank indonesia mapun pihak lain yang ditunjuk bank indonesia.

Melaui sistem kliring, para nasabah perbankan bisa melakukan transfer debet dan kredit yang disertai dengan pertukaran warkat baik debet seperti cek dan nota, atau bisa juga melalui warkat kredit.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kebutuhan kliring kian meningkat. dengan volume rata-rata harian mencapai 300 ribu lembar transaksi, penggunaan didominasi warkat kredit seperti transfer dana antar bank.

Nah, untuk tingkatkan pelayanan dibidang kliring, sejak awal 2009, bank indonesia siapkan empat unit mesin baca pilah kliring buatan Kanada.

Bagian kliring bank indonesia, Iwan Setyono, mengatakan, dengan menyiapkan alat baca pilah kriliring, potensi penghematan waktu penghitungan mencapai 95 persen.

Menurut Setyono, sebelumnya penghitungan dan pemilahan kliring dilakukan secara manual sehingga prosesnya pun menjadi lambat.

Dengan adanya mesih baca pilah, pegawai kliring yang dulunya berjumlah 50 orang, kini hanya mencapai 21 orang.

”Dengan adanya alat ini, jam enam kita sudah siap. setelah ada alat ini, tenaga yang dibutuhkan hanya 21 orang dari sebelumnya 50 orang,” ujarnya seraya menambahkan penerimaan warkat dari bank per hari mencapai 60 ribu hingga 120 ribu lembar.

Pertemuan yang menghabiskan waktu sekisar dua jam tersebut pun disudahi, dan selanjutnya kami bertolak menuju gedung Percetakan uang republik indonesia (Peruri) di kawasan kerawang.

Di peruri inilah mata uang rupiah dicetak berdasarkan permintaan bank ineonesia. disamping juga kertas berharga lainnya seperti materai, pasport, tiket pesawat dan ijazah.

Ada temuan menarik disana (menurut saya loh). Tahun 2009, merupakan kali pertama dilaksanakan program pensiun dini bagi karyawan Peruri.

Pensiun dini tersebut dilakukan pada enam desember lalu, yang mana masing-masing pegawai mendapat dana pensiun senilai 300 hingga 500 juta rupiah per orang.

Kepala biro komunikasi dan administrasi peruri, Herlan Arbanto, mengatakan, pihaknya memberi kesempatan bagi 100 dari 2300 karyawan Peruri untuk menikmati pensiun dini.

”Istilah pensiun dini kita baru tahun 2009. ada syarat khusus bagi karyawan yang mau mengajukan. Antara lain, mengalami sakit berkepanjangan, usia diatas 50 tahun dan dinilai kurang produktif,” jelas Herlan.

Menurut Arbanto, program perampingan ini sebagai upaya dalam peningkatan pelayanan hingga internasional.

Nah, pada 2010 ini, Peruri berencana melebarkan pasarnya melalui tender-tender internasional dibeberapa negara potensial. diantaranya Argentina, Nepal, Afrika, Malaysia dan Sri Langka, untuk percetakan kertas berharga.

Menurut Arbanto, hal ini juga untuk menunjukan kemampuan peruri dalam menatap masa depan menuju perusahaan berskala dunia yang unggul.

”Sejak 2008 kita terus giatkan perkembangan di negara lain. Beberapa waktu lalu, sejumlah negara timur tengah kunjungan ke mari dan menyatakan ketertarikan untuk bekerjasama dengan kita. 2010 sendiri kita melirik negara yang memang belum memiliki perusahaan percetakan uang,seperti nigeria, nepal dan argentina,” ulasnya.

Saya pun berpikir sejenak. Bank yang berdiri sejak 1951 tersebut saat ini memang sedang sibuk kembangkan sayap, dalam sangka pemulihan ekonomi dan tanggung jawab sosial yang diemban.

Tentu saja disamping kesibukan hadapi tudingan sejumlah oknum bank indonesia terkait kasus korupsi bank century.

Namun adakah upaya bank indonesia, untuk melakukan penilaian dan pengawasan kinerja dan kesehatan bank, agar kasus dugaan korupsi perbankan tidak lagi mencuat??!!.*n_n*

Potret Wanita Perkasa

Di kota berkembang seperti Balikpapan, masih ditemukan para pekerja wanita yang terpaksa ikut mencari nafkah, dengan melakukan pekerjaan kasar.

Dalam perjalanan hidup yang cukup panjang, mereka bekerja keras, dengan bermandikan peluh, mengganti kewajiban yang seharusnya diemban oleh suami.

Yah, mereka lah para janda, pekerja kasar wanita, dengan hidup di bawah garis kemiskinan yang berupaya bertahan hidup ditengah gemerlapnya kota minyak Balikpapan.

Dan saya pun tertarik untuk berbincang dengan segelintir wanita perkasa itu..

***************************

Wanita paruh baya itu bernama sunariah, warga gunung bakaran kelurahan sepinggan, balikpapan selatan.

Usia wanita dengan warna kulit kecoklatan kusam itu sudah melampaui setengah abad, yakni 58 tahun, sehingga tampaklah kerutan yang bergelambir pada kulitnya.

Janda dengan enam anak itu bekerja sebagai pemulung, mengais-ngais sampah bau di tong sampah atau memungutinya di pinggir jalan.

Sunariah mencari barang-barang yang layak jual, seperti kardus, plastik dan botol, kemudian menjualnya pada lapak.

Baju dinas berupa kaus oblong, celana panjang dan jilbab lusuh, lengkap dengan topi bundar serta sandal jepit butut. tidak ketinggalan keranjang sampah dari rotan dan alat pengais, yang setia menemaninya beraktivitas setiap hari.

Sunariah bercerita, aktivitas mulung dilakukan pagi hingga tengah hari. biasanya sunariah mulung di kawasan pasar klandasan, pasar pandan sari dan sekitar rumah.

Hasil mulung rata-rata 10 hingga 17 ribu rupiah per hari. menurutnya, untuk satu kilo gram kardus, seharga 400 rupiah, plastik seharga 600 rupiah dan botol seharga 300 rupiah.

”Saya itu mbak, mulung dari habis salat subuh sampe itu jam 12 siang. Yaa.. sukurin aja mbak dapat 10 ribu 15 ribu atau 17 ribu ya alhamdulillah,” ujar Sunariah seraya tersenyum.

Selain mengais sampah, wanita berdarah buton itu juga mencari nafkah dengan menjual telur ayam milik orang lain, dari rumah ke rumah. untuk satu piring ia memperoleh keuntungan 1000 rupiah. dan biasanya dalam satu hari ia hanya mampu menjual lima piring telur dengan hasil pendapatan 5000 rupiah.

”Pulang dari mulung saya salat duhur. Trus masak, trus saya pigi jualan telur mbak. Keliling sini-sini aja dekat rumah,” lanjutnya.

Sunariah menjadi janda sejak lima tahun lalu. Ia bercerita, sang suami meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan saat memulung sampah.

Memang, memulung sudah dilakoni sunariah dan suami sekisar 30 tahun lalu, bertepatan dengan usia pernikahan mereka. namun, seiring dengan meninggalnya sang suami, membuat sunariah harus bekerja ekstra keras, menghidupi dirinya, anak dan ayah dari almarhum suaminya yang kini telah sakit-sakitan.

”Suami saya sudah ga ada mbak. Suami saya meninggal ditikam orang waktu mulung, sudah ada itu lima tahunan,” tuturnya dengan mata sedikit menerawang, seolah mencoba mengingat kembali peristiwa menyedihkan itu.

Akibat terlalu giat bekerja, tak jarang sunariah merasa nyeri pada tubuh, khususnya sendi punggung dan pinggang yang kerap memikul sampah-sampah hasil memulung. kalau sudah begitu, sunariah hanya melakukan pengobatan secara tradisional karena tersandung di biaya untuk periksa ke dokter.

”Kalau berobat dokter ya ga ada biaya. Kadang saya urut sendiri atau minta tolong tetangga aja sudah,,” lirih Sunariah.

Untungnya, dari enam anak tersebut, hanya satu yang masih dibiayai bersekolah, yakni ana, yang kini duduk dibangku kelas 1 smk negeri 4, jurusan perhotelan.

Dua anak lainnya telah berkeluarga dan menetap di pulau jawa, dua anak lagi meninggal dunia saat usia remaja dan satu lagi pergi merantau, mencoba mengadu nasib di kota sorong.

”Dua anak saya udah meninggal juga mbak, sakit mereka.. ada anak saya sudah kerja di sorong. Tapi enggak lah mbak. Saya ga mau nyusahin anak,” tegasnya lagi.

Kewajiban dan beban serupa juga dialami Yamini, warga kampung damai balikpapan selatan.

Wanita berusia 51 tahun itu justru menyandang status janda sejak tahun 1998, saat ia tengah mengandung tujuh bulan anak terakhir. saat itu sang suami yang bekerja sebagai pemulung meninggal dunia akibat mengalami sakit.

”Saya itu ditinggal suami meninggal saat hamil tujuh bulan. Ya kayak apaa.. saya namanya baru melahirkan ga bisa kerja.. alhamdulillah waktu itu tetangga ada aja yang bantu. Trus tiga bulan baru saya mulai kerja lagi mbah,” kenang Yamini.

Jadilah ibu enam anak itu menjadi tulang punggung keluarga, bekerja keras diterik matahari, dengan memulung dan menjaja kue keliling tempat tinggalnya.

Menurut yamini, dalam satu hari dari kedua aktivitas tersebut ia mengantongi hasil 20 hingga 25 ribu rupiah.

Dari jerih payahnya itu lah ia bisa menyekolahkan anaknya hingga jenjang sma. saat ini wanita berdarah jawa itu membiayai sekolah dua anaknya, masing-masing jenjang sma dan sd. yamini juga membiayai ibunya yang menderita strok, sejak empat tahun lalu.

Sementara tiga lainnya telah berumah tangga dan satu lagi merantau di pulau jawa.

”Ada seh mbak anak. Tapi enggak lah, saya masih bisa bekerja cari nafkah sendiri. Kasian anak-anak hidupnya juga pas-pasan mbak,” ucap Yamini.

Sungguh beratnya beban yang di pikul Yamini. meski begitu,
Ia tidak mengizinkan anak-anaknya untuk membantu mencari nafkah.

Wanita berbalut jilbab itu hanya ingin anaknya belajar giat, menuai prestasi dan mendapat pekerjaan layak. yamini berharap agar anak-anaknya tidak bernasib sama dengan dirinya.

”Mudah-mudahan mbak.. mudah-mudahan saja anak-anak saya ini tidak bernasip sama seperti saya...,” ucap Yamini penuh harap.

*********************************

Sunariah dan Yamini, keduanya membangun rumah ala kadarnya di atas tanah milik orang lain. dengan kondisi rumah beratap seng, berdinding dan beralaskan kayu papan, tidak membuat keduanya mengeluh pada nasib.

Karena mereka tidak punya keahlian lain selain mulung dan berjualan untuk memperbaiki taraf hidup. mereka juga tidak ingin menyusahkan anak mereka dan orang lain dengan memintanya menanggung kebutuhan hidup mereka.

Mereka bekerja keras dengan senyum yang ikhlas, untuk masa depan anak-anak, tanpa berharap adanya pamrih.

Pengalaman Sunariah dan Yamini, memberi ilmu dan pesan moral pada diri saya tentang kehidupan yang sangat berharga. yaitu tentang semangat dan tekun dalam menjalani pekerjaan dalam hidup.

Satu lagi pelajaran yang paling utama yang dapat saya petik adalah, selalu bersyukur atas rizki dan nikmat yang diberi Allah SWT.(***)

Rabu, November 11, 2009

Kisah Seorang Veteran: Dibonceng Sepeda Ontel, Bawa Surat Rahasia

Diusianya yang senja, wajar jika Siradjudin tidak ingat pasti kisah masa lalunya sebagai pejuang kemerdekaan. Veteran asal Laskar Persatuan Pemuda Indonesia (PPI) Banjarmasin itu, kini menjadi pasien terlama di RSU Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan.

NAMA lengkapnya Mohamad Siradjudin Mahdjuri. Sore itu di bangsal 10 Flamboyan C Rumah Sakit Umum Kanujoso Djatiwibowo (RSUKD), pria yang oleh penghuni RS sekitar dipanggil Kai ini sedang duduk diatas pembaringan. Terlihat tangan kirinya memainkan tasbih berwarna putih yang terbuat dari manik-manik mata kucing. Terlihat pula bibirnya yang bergetar berkomat-kamit mengucapkan kalimat-kalimat dzikir.
Sosok kelahiran Banjarmasin 7 Juli 1931 ini cukup ramah menyambut kehadiranku. Ia pun mempersilakan aku ini duduk di sudut pembaringannya. Sedikit kaget, lantaran saat memperkenalkan diri, ia menyodorkan tangan kiri. Ternyata tubuh bagian kanan Sirad sudah tidak berfungsi alias mati separuh akibat stroke yang dideritanya.
Konon, stroke menyerangnya secara tiba-tiba sekira tiga tahun silam saat ia masih menetap di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (DPC LVRI) Kota Balikpapan. Saat itu, ia langsung diboyong rekan sesama veteran menuju RSUKD. Dan atas kebijakan RSUKD, sejak itu hingga sekarang ia diperbolehkan menetap di ruang itu meski sudah diperbolehkan pulang. Pernah satu ketika, ada seorang kerabat yang mengajaknya keluar dari RS, tapi seorang Sirad dalah sosok mandiri dan tidak mau menyusahkan keluarga, sehingga ia lebih memilih menjadi penghuni RSUKD.
“Eee..saya..saya..ga mau gini..ga…ga..,“ ucap Sirad terbata-bata sembari mengulurtangan kirinya kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan.
Sirad adalah satu dari sekian pejuang kemerdekaan di era 1945 hingga 1949 di Banjarmasin. Satu yang paling berkesan dihati Sirad kala dia masih kecil, adalah saat dimana mengkuti sang ayah mengantar surat rahasia dari kandangan ke Banjarmasin. Ayah Sirad bernama Mahruji, adalah pahlawan perintis kemerdekaan. Bermodal sepeda ontel, Sirad dibonceng ayah yang terus mengayuh sekencang-kencangnya agar segera sampai ditujuan. Sirad tidak ingat persis berapa jarak dan waktu yang ia tempuh untuk sampai di Banjarmasin demi menyerahkan surat rahasia ke sosok yang bernama Kapten Rusman. Yang ia ingat, harus melewati hutan belantara yang cukup panjang dan lama dibarengi rasa was-was terhadap serangan musuh.
“Itu.. eee..dari Kandangan antar ke dari hulu sungai..eng..ke kecamatan pangaron.. eng..ke Banjarmasin naik sepeda. Pangaron ke Banjarmasin 80 km. Trus..eng..trus.. suratnya disimpan didalam ban,” dengan nada bergetar dan terputus-putus ia berusaha mengingat.
Tidak jarang Perwira Navigasi di Komando Daerah Kepolisian VII/Metropolitan Jakartaraya ini menepuk-nepuk jidatnya untuk mengingat peristiwa-peristiwa seru yang dialaminya tempo dulu. Setelah sedikit mengingat, ia kembali bercerita. Ada satu cerita lucu tentang Sirad kecil. Masa penjajahan Belanda, tidak semua orang bisa membaca. Dan Sirad yang mengenyam bangku Sekolah Rakyat sering dimintai untuk membacakan isi surat kabar harian dihadapan khalayak ramai. Namanya anak-anak, sesekali ia membaca isi berita, namun tidak sesuai dengan yang tersurat.
“Yang lucu, datu (paman,red) saya ee.. pembekal lurah.. aku disuruh baca.. neh..neh.. saya disuruh baca didepan 20 orang. Saya bilang..ee..ada berita kapal terbang mendarat di loteng (atap rumah, red). Pulang..eng..saya..saya..dipanggil datu. Mana sirad?! Dusta aja kapal terbang diloteng..,“ kenangnya sembari tersenyum.
Beranjak dewasa, Sirad menjadi seorang pelaut. Bermodal kemampuan bahasa inggris dan holand speaker, Sirad pernah menjadi wakil kapten alias modem II selama dua tahun di kapal Ga Vina. Kapal yang perairannya menuju Hongkong, RRC dan luar negeri lainnya. Setelah dua tahun, akhirnya ia turun di Jakarta dan kembali lagi menjadi awak kapal. Kali ini kapalnya berupa kapal barang menuju Singapura. Kai yang kini berusia 77 tahun ini pun tidak ingat pasti kapan ia bertemu pujaan hati hingga memutuskan mengikat tali pernikahan dan kemudian berpisah. (*)

Selasa, November 10, 2009

Polemik seputar pasar alam baru somber

Polemik seputar pasar alam baru somber



Eksistensi pasar alam baru somber atau kerab di sapa pasar abs menimbulkan polemik. bukan hanya dari segi lokasi yang dibangun di kawasan terbuka hijau sehingga menyalahi tata ruang kota. juga nasib para pedagang yang keluhkan sepi pembeli, akibat minimnya sarana transportasi menuju lokasi tersebut.

Polemik lain yang belakangan muncul sebagian besar pedagang pasar abs, lebih memilih kembali ke lokasi penjualan lama di pasar pandan sari sebagai pkl.

Nah, tulisan ini pun mencoba mengupas polemik seputar pasar abs secara hukum dan sosial, dalam program idc realitas.

************************
Pasar abs merupakan pasar yang disiapkan pemerintah kota balikpapan, dalam hal ini dinas pasar, sebagai wadah relokasi pkl yang berjualan di sekitar gedung pasar pandan sari. pasar abs sendiri difungsikan sejak awal september 2009.

Penertiban pkl ini mengacu pada surat keputusan wali kota balikpapan karena selain merusak tatanan kota, juga dianggap merugikan pedagang resmi yang menempati gedung pasar pandan sari.

Pasar abs sendiri di bangun di kawasan pesisir terbuka hijau di kelurahan margomulyo balikpapan barat. pasar seluas dua hektar tersebut bukan berada di lingkungan perumahan, melainkan kawasan industri, sehingga transportasi umum belum ada yang melintas saat itu.

Urung awal oktober, barulah walikota balikpapan menunjuk tiga trayek yakni satu lima dan enam, untuk melintas di pasar abs. namun sayangnya, kebijakan itu tidak berjalan maksimal.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah pedagang yang menempati pasar abs hanya kisaran 50 pedagang atau sekisar 10 persen dari 800 lebih pkl yang berjualan di pasar pandan sari. padahal pengelola pasar abs telah rampungkan 835 petak yang telah siap ditempati. dari jumlah itu pun ternyata 50 persen diantaranya pun telah terbayar lunas oleh pkl tersebut.

Ani, pedagang telur di pasar abs, mengungkapkan, di minggu-minggu pertama berjualan di pasar abs, terdapat sekisar 200 pedagang yang mengisi petak pasar. hanya bertahan tidak lebih dari dua minggu, 150 pedagang diantaranya lebih memilih kembali berjualan sebagai pkl di pasar pandan sari.

Ani pun menduga ada praktik pungutan liar atau pungli oleh aparat setempat, sehingga para pkl hingga saat ini masih terlihat berjualan di sekitar gedung pasar pandan sari.

Senada juga dilontarkan irfa, pedagang kelontongan pasar abs. menurutnya, kenakalan aparat dan membandelnya pkl yang masih ngotot berjualan di pasar pandan sari, merugikan para pedagang pasar abs.

Sumarno, yang kesehariannya berjualan ikan asin di pasar abs menganggap, pemerintah kota bertindak setengah hati dalam mendirikan pasar abs. menurutnya, selain ketidaktegasan aparat dalam menertibkan pkl, ini dibuktikan dengan masih sangat minimnya angkutan umum yang melintas di kawasan tersebut.

Mengeluh bukan berarti berpangku tangan. pengelola pasar abs beserta pedagang sepakat melakukan upaya memperkenalkan pasar abs dan menarik pelanggan dengan melakukan sejumlah kegiatan.

Staff pengelola pasar abs, muhammad taufan, mengatakan, di ahad pertama november hingga hari ahad seterusnya, pihaknya menggelar senam pagi massal berhadiah. selain itu, khusus akhir november 2009, pihaknya berencana gelar kegiatan lomba, antara lain kasidah, rebana dan karaoke anak.

Tentu saja, selain menggelar kegiatan umum, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan dinas pasar untuk masa depan pasar abs.

Berbanding terbalik dengan gunjingan pedagang, kepala dinas pasar, khairani, mengatakan, pihaknya sangat serius dalam menertibkan pkl pasar pandan sari.

Ia mengatakan, dinas pasar bersama satuan polisi pamong praja telah memberlakukan pengawasan 24 jam sejak pertengahan oktober. termasuk melarang pedagang pasar subuh beroperasi di sekitar kawasan pandan sari.

Menanggapi polemik seputar pasar abs, pihak legislatif sebagai lembaga kebijakan menilai, keputusan pemerintah merelokasi pkl pasar pandan sari ke ke pasar abs adalah salah besar dan berkesan tergesa-gesa.

Menurut ketua komisi ii dprd balikpapan, kesalahan terbesar adalah pasar abs yang dibangun di lahan terbuka hijau, yakni di kawasan pesisir yang merupakan kawasan konservasi tanaman mangrove. ia juga mengkhawatirkan, sampah-sampah sisa dagangan akan menumpuk dan mencemari sungai di kawasan itu.

Namun sudah kepalang basah. pihaknya pun meminta dengan tegas kepada pemerintah, untuk segera menyelesaikan masalah transportasi menuju pasar abs dan menertibkan pkl pasar pandan sari secara simultan.

Sementara terkait dugaan pungli yang diungkapkan sejumlah pedagang, muklis membenarkan kejadian itu.

Ia berkata, pihaknya telah melakukan pengkajian terkait dugaan tersebut. termasuk mengirimkan surat kepada dinas pasar untuk melakukan klarifikasi di hadapan dewan pada desember mendatang.

Minusnya kinerja dinas pasar pun berbuntut panjang di mata dewan. muklis mengatakan, pihaknya pun mengusulkan agar dinas pasar berubah menjadi perusahaan daerah (perusda). menurutnya, eksistensi instansi dinas pasar tidak tertuang dalam peraturan pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang rencana pembentukan perangkat daerah.

Dinas pasar sendiri pun menanggapi dingin hal tersebut, dan menyerahkan kebijakan seutuhnya di tangan wali kota balikpapan.

Beragam polemik seputar pasar abs membuat kalangan independen pun menjadi gerah. salah satunya lembaga berbasis lingkungan, lsm stabil balikpapan.

Kepala bidang advokasi dan kebijakan publik lsm stabil balikpapan, jufriansyah, juga mempertanyakan alasan pemerintah, sehingga memilih kawasan hutan manggrove menjadi pasar abs. kebijakan yang tergesa-gesa itu, menurutnya, justru semakin banyak yang dirugikan. bukan dari pedagang dan dana yang ditelurkan pemerintah, melainkan juga dari sisi peluang terjadi pencemaran lingkungan. bencana banjir pun tidak menutup kemungkinan akan terjadi, akibat pematangan lahan untuk lokasi pasar.

Nasi sudah menjadi bubur. menurut jufri, langkah kedepan yang harus diambil pemerintah adalah, mekanisme untuk membatasi pergerakan para pedagang. karena dikhawatirkan sampah-sampah sisa dagangan akan terbuang begitu saja, sehingga mencemari sungai disekitar dan menimbulkan bencana banjir.

Menurutnya, juga perlu ada semacam kegiatan penghijauan yang digelar pengelola pasar abs dan pengadaan rumah kompos di lokasi pasar.

Jufri sendiri dalam menanggapi keluhan pedagang, mengusulkan kepada pemerintah kota untuk segera menyiapkan sarana transportasi massal.

Menurut jufri, agar lebih efisien, transportasi masal tersebut baiknya beroperasi pada jadwal yang telah ditetapkan agar menguntungkan semua pihak terkait, yakni sopir, pembeli dan pedagang.

Sekelumit masalah pasar abs yang timbul, sudah sepantasnya pemerintah kembali berkaca. setidaknya kembali melakukan pengkajian bersama pihak terkait, mengenai apakah kawasan pasar abs layak untuk dijadikan kawasan bisnis. mengingat kawasan somber yang berstatus hutan kota dan masuk dalam kawasan industri.

Muncul pula suatu tanda tanya besar. benarkah pemerintah hanya separuh hati dalam merelokasi pkl pasar pandan sari ke pasar abs. mengingat pasar abs hanya menjadi lokasi penampungan sementara.

Karena pemerintah sesungguhnya telah menyiapkan lahan yang lebih luas untuk menampung seluruh pkl di pasar induk kelurahan kariangau balikappan barat.

Bukankah itu juga dinamakan pemborosan anggaran???

Rabu, Agustus 19, 2009

Merdeka ku di Gn Sibayak

Aq lg senyum-senyum sendiri neh…
bukan krn seseorang, bukan krn rezeki nomplok, ataupun krn turun berat badan.... hehehheeeee….
Aq senyum, abis liat semangat mereka melakukan upacara HUT RI ke-64. Mulai dari gua grubug, dasar laut bunaken, puncak semeru, dll yg belum sempat aq saksikan di layar tv…
Trus kok senyum2??!!.. heheheee lagi…, ya iya lah..!! hal itu mengingatkan ku peristiwa dua tahun lalu…************

Tepatnya jelang malam pergantian tgl 16 ke 17 Agustus 2007, aq bareng puluhan temen2 Mapala bulatkan tekad merayakan HUT RI ke- 62 di puncak gn Sibayak Sumatera Utara.
Hosh.. hosh.. hosh.. semangat kaki menapaki jalan, membalut udara dingin yg menusuk sendi. Maklum lah, perkampungan di kaki gn Sibayak itu cukup dingin.. engg.. kira2 ada kali 23 derajat.. (mohon diluruskan klo salah)..
itu baru di kaki loh pemirsa, belum klo di puncak, di ketinggian sekisar 2200 lebih Dpl.. Brrrrr…..rrasa banget.. dingin dan aroma khas belerangnya.. *********.

Pukul delapan pagi Teng!! upacara dimulai..,
tidak ada kemeja, sepatu mengkilap atauw sikap sempurna.. sudah jadi khas penampilan anak2 Mapala, pakaian lusuh bertema Sang Petualang, rambut sembrawut, tdk ketinggalan Mitela melingkar di leher.
“Istirahat di tempaaaa..aatt grak!!!”, perntah pemimpin upacara. Buru-buru para peserta lipat kedua tangan di dada dan mengapit jari2nya di ketiak… hahahhaaa.. lucu juga.. udara dingin merubah ambil sikap mereka saat istirahat di tempat ..

senyum ku pun menjadi tawa kecil yg tersembunyi di balik handy cam yg ku sorot ke arah mereka *****************

Sabtu, Mei 23, 2009

konversi, sukses kah?!

Katanya, program pengalihan atau konversi minyak tanah ke gas elpiji untuk menghemat subsidi "penguasa". Tujuannya agar subsidi minyak tanah bisa dialihkan untuk subsidi yang lain. Masyarakat terlihat pro dan kontra dengan program itu. bagi yang kontra beralasan khawatir gasnya "meledak"!!...


Balikpapan terpilih sebagai kota perdana diluncurkannya program konversi minyak tanah ke gas elpiji di Kalimantan. Persiapannya diawali pencacahan atau pendataan oleh konsultan yang dipilih Upms VI Pertamina yakni PT Info Cahaya Hero pada Januari 2009. Adapun penerima paket konversi di Balikpapan mencapai 71 ribu rumah tangga sasaran. Penerimanya pengguna minyak tanah, baik kalangan keluarga miskin, pelaku UKM dan masyarakat umum dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta.
GM Upms VI Pertamina Giri Santoso mengatakan, untuk minyak tanah pemerintah harus merogoh kocek sebesar Rp 3500 per liter. Sementara untuk subsidi gas elpiji pemerintah hanya merogoh kocek Rp 1700 per kilo gram.
"Selain mengirit subsidi, LPG juga irit pake. Dua liter minyak tanah itu setara pemakaiannya dengan satu kilo gram LPG," imbuh Giri.
Giri juga mengatakan, potensi penghematan di Balikpapan terkait program tersebut mencapai 50 miliar per tahun.
masyarakat Balikpapan, khususnya kalangan pedagang dengan penghasilan pas-pasan mengaku sedikit berberat hati terhadap program tersebut. Begitu tau ada konversi ia melakukan penimbunan. Karena,setelah pembagian paket LPG selesai, pertamina hanya akan menyediakan minyak tanah yang non sunsidi. Yang per liternya mencapai Rp 8000 lebih.
"Aduh, saya itu masih takut pake kompor gas, Nanti meledak. Ya itu aq kemarin banyak mbak beli minyak tanah. itu sudah ada itu di rumah 80 liter saya simpan. aq pake itu dulu mbak..," kilah Fatimah, salah satu pedagang gado-gado di kawasan lapangan merdeka.
kekhawatiran seperti itu didapati Pertamina. Mariadi, Kepala Operasi Gas Domestik Regional V Makasar menegaskan, tidak ada istilah tabung gas LPG meledak.
"kalau pun ada tabung yang bocor, akan menimbulkan bau seperti buah durian. Nah, kalau gas keluar dari tabung, bisa mengakibatkan ruangan terakumulasi. ini lah yang menyebabkan timbulnya suara keras," imbuh Mariadi.
memang ada baik dan buruknya kalau menggunakan LPG. Satu sisi kalau pemasangan tabulator tidak tepat, bisa menyebabkan kebocoran gas. dan bukan tidak mungkin bis amengakibatkan kebakaran. tapi disisi lain, memasak dengan kompor gas lebih hemat waktu dan merata hasil masakannya.
"Kalau saya dukung aja mbak. ga perlu takut, kan kita selain dapat kompor,LPG 3 Kg dan tabulator, kita kan dapat petunjuk pemakaian. klo ga ngerti nanti kan bisa minta tolong ke kelurahan," ujar salah satu penerima paket konversi Siti Aminah.
"Lagianmasak pake elpiji itu cepat, bisa hemat uang dan itu mbak peralatan dapur juga ga kotor (berjelaga, red)," tambahnya.
beranjak dari warga penerima paket konversi, sejumlah pengusaha kompor minyak tanah justru merasa diuntungkan. Kasinem, pemilik usaha kompor IDMAS mengatakan, seiring didengungkannya program konversi/ pembelian kompor minyak tanah per hari mencapai lima unit. Padahal sebelumnya, usaha yang berada di bilangan karang jati Balikpapan Tengah itu hanya mampu menjual dua unit per hari.
"Justru untung saya. Malah pernah kompor saya laku 20 biji. Masyarakat sini masih takut pake kompor gituan mbak..," tutur wanita paruh baya itu.
kendati meningkat, Kasinem melakukan ancang-ancang. mengingat si "penguasa" nantinya hanya menyediakan minyak tanah non subsidi. wanita yang menggeluti usaha kompor sejak 1968 itu berencana menjual kompor yang menggunakan batu bara atau arang,"
"Pokoknya kita ga kehabisan akal. apa mau pemerintah itu ya kita ikuti saja lah. saya ga takut rugi kok," pungkasnya mantap.

mendapati hal ini, pemerintah, khususnya pemda Balikpapan dan pertamina patut merasa was-was. apalagi di jawa sana ada yang kedapatan justru menjual paket konversi tersebut dan tetap memilih menggunakan minyak tanah.
sales area manager BBM pertamina Retail Kaltim Agus Taufik Harahap dalam suatu kesempatan, mengingatkan masyarakat penerima paket konversi, untuk tidak menjualnya. karena itu hanya merugikan diri sendiri.
"Satu misal, dalam satu hari rumah tangga bapak dan ibu menghabiskan satu liter minyak tanah. harga per liter minyak tanah itu kisaran Rp 3000. berarti dalam 8 hari, bapak dan ibu harus merogoh uang Rp 24 ribu. Tapi kalau Bapak dan Ibu menggunakan LPG, selama 8 hari cukup membayar Rp 12.500 saja," pesan Agus dalam sosialisasi program konversi di aula Balaikota Balikpapan.
terlepas dari itu, sejumlah pangkalan pun mengatakan tidak menyanggupi untuk menjual LPG 3 Kg. dengan alasan tidak mampu melakukan penebusan.
"Ya untuk itu Pertamina membuka kesempatan kepada masyarakat Balikpapan yang mau membuka pangkalan LPG. terutama untuk daerah pinggiran," imbuh humas Upms Vi Pertamina Bambang Iriyanto.

cukup rumit memang. ditengah keterbatasan kemampuan dan pemikiran sejumlah masyarakat, itu bertentangan dengan pemikiran "penguasa". sejumlah pangkalan pun mengatakan tidak menyanggupi untuk menjual LPG 3 Kg. dengan alasan tidak mampu melakukan penebusan. namun yakinilah pemerintah sang "penguasa" punya rencana jitu di balik itu. bisa saja, subsidi minyak tanah itu dialihkan untuk program pemerataan pendidikan dan mensejahterakan masyarakat. betul kah??!! (*)

Jumat, Februari 27, 2009

dinas pertanian

Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Balikpapan, siapkan 150 ekor bibit sapi, sebagai program sapi bergulir di tahun 2009. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Balikpapan Chaidar Chairulsyah mengatakan,saat ini program tersbeut masih dalam tahap pencarian tender. sementara untuk pelelangannya, dilaksanakan oleh tim satgas pembangunan.

"Aksi lelangnya akan berjalan satu bulan. itu kita mulai laksanakan pada April mendatang," sebut Chaidar lagi.

lebih lanjut, suami utami ini mengatakan, program yang menyedot APBD Provinsi 2009 sebesar satu miliar rupiah tersebut dalam rangka menyanggupi kebutuhan daging sapi di balikpapan. Selama ini, Rumah Potong Hewan (RPH) hanya mampu menyuplai satu persen dari kebutuhan daging sapi di Balikpapan di setiap bulan.

"Di Balikpapan kebutuhan sapi mencapai 750 ekor per tahun. sedangkan RPH kita hanya mampu menyediakan satu persen, lima sampai delapan ekor per bulan. dan untuk menutupi kekurangan itu, penjagal mengambil pasokan sapi dari sulawesi NTT sampai NTB," ujarnya.

"Nanti per ekor bibit sapi kita hargai lima sampai tujuh juta,. kita akan memberikannya kepada masing-masing kelompok" tambahnya lagi sembari mengatakan di balikpapan terdapat 70 kelompok tani.

Segala sesuatunya terkait kesuksesan program sapi bergulir, sudah dipersiapkannya matang-matang. Termasuk jika nanti ada penyelewengan dari petani. pihaknya akan membuat perjanjian dengan kelompok tani. Pun dilakukan pengawasan terhadap tumbuh kembang ternak sapi mereka kelak.

"Kita punya lima petugas penyuluhan untuk memantau kesehatan hewan ternak. namun, kita juga sudah ancang-ancang, jika program sapi bergulir ini tidak berjalan maksimal, kita akan lakukan inseminasi atau kawin suntik," ucapnya mantap.

Selain, sapi bergulir dinas yang berada di jalan marsma iswahyudi ini juga menyiapkan 150 hektar lahan untuk perkebunan karet. program ini menyedot dana apbd provinsi 2009 sebesar dua miliar rupiah.

Dan sama seperti lahan yang disiapkan untuk program sapi, bergulir, perkebunan karet ini tersebar di dua wilayah. yaitu Kelurahan Teritip Balikpapan Timur dan Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara.

"saat ini sudah tersedia 3000 hektar pertanian karet. Dan karet ini mbak, adalah komoditas unggulan di balikpapan loh," ucapnya seraya tersenyum.

Chaidar pun tidak menapik, sejak oktober 2008, harga karet turun hingga 60 persen. jika sebelumnya per kilo karet beku seharga 10 ribu rupiah, kini turun menjadi empat ribu rupiah per kilo gram.

"Krisis finansial ini akan lewat kok. Jadi karet nanti tetap memiliki nilai jual yang tinggi. karet ini bisa bertahan selama satu tahun. jadi sembari menunggu harga stabil, petani bisa beralih dulu ke tanam sayur," tandasnya."

Chaidar juga mengatakan, pohon karet ini akan terus berproduktivitas hingga usia 25 tahun. dan untuk satu hektar perkebunan karet mampu menghasilkan 20 kilo gram karet beku.(*)