Tampilkan postingan dengan label cerita ekonomi bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita ekonomi bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 01, 2013

MENGUBAH ANGGAPAN BALIKPAPAN KOTA MAHAL

Harga kebutuhan pangan yang terus bergejolak menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk bisa mengendalikannya. di balikpapan terdata 11 komoditas yang memiliki disparitas atau kesenjangan harga terlalu tinggi sehingga merugikan konsumen. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Balikpapan pun dibentuk dalam rangka menjaga kesejahteraan masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi daerah. TPID balikpapan merupakan penjabaran kesepakatan antara kantor perwakilan bank indonesia balikpapan dengan pemerintah kota. yang akan mengupayakan terpenuhinya ketersediaan pasokan bahan pangan dan meminimalkan dampak kenaikan harga. Salah satu program yang akan digagas adalah pembentukan pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS). melalui sistem ini masyarakat bisa mengakses informasi mengenai harga terkini komoditas pangan baik melalui website ataupun pengiriman pesan singkat atau sms. Jawa timur sendiri telah lebih dahulu membentuk pusat informasi harga dengan nama sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (SISKAPERBAPO). Sehingga TPID Balikpapan dengan mengajak saya dan beberapa rekan media lainnya pun melakukan studi banding ke Jawa Timur pada akhir Juni 2013 lalu. ================================ Sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok atau biasa disingkat SISKAPERBAPO di jawa timur telah dibentuk sejak tahun 2010. Kepala DISPERINDAG Provinsi Jawa Timur Budi Setiawan menjelaskan, di jawa timur terdapat 135 pasar. Namun dalam SISKAPERBAPO memuat sekisar 19 komoditi yang berasal dari 38 pasar yang mewakili 29 kabupaten dan 9 kota di jawa timur. Secara teknis budi merincikan setiap pagi pihaknya menugaskan dua tenaga outsor ditiap pasar untuk survei harga, kemudian data dimasukan dalam sistem setiap pukul 9 hingga 10 pagi. Data yang telah masuk ke laman SISKAPERBAPO itu selanjutnya dapat diakses masyarakat, baik melalui laman resmi ataupun pesan singkat. Dengan adanya SISKAPERBAPO, lanjut budi, pihaknya bisa melakukan tindakan ketika harga naik, disamping juga masyarakat bisa dengan mudah mengetahui harga barang yang ada dipasar. “Kami pemerintah provinsi jawa timur berupaya mengendalikan harga antar kabupaten kota di jawa timur supaya selisih harga masing masing wilayah tidak terlalu tinggi. Intinya kurangi disparitas harga,” kata Budi. Budi juga mengungkapkan, intervensi yang dilakukan pemerintah jika terjadi gejolak harga adalah dengan melakukan operasi pasar. selain itu, langkah bijak lain yang ditempuh adalah memberikan subsidi ongkos angkut kepada distributor ketika ada indikasi terjadi kenaikan harga, seperti kenaikan harga bbm dan menjelas hari besar keagamaan. “Jadi bantuan operasional ongkos angkut itu memang kita berikan, ketika ada mau kenaikan BBM, ketika mau puasa dan lebaran, ketika mau natal dan tahun baru, itu kita berikan. Kita ga boleh memberikan bantuan terus menerus. Kita membentuk tim, baru ada anggaran itu,” ungkapnya. Pemimpin kantor bank indonesia balikpapan tutuk sh cahyono memastikan pusat informasi harga akan mempermudah masyarakat baik produsen dan konsumen untuk mengetahui harga terkini sejumlah komoditas pangan di pasar. ia juga menegaskan upaya tersebut harus dilakukan guna membenahi sistem tata niaga yang selama ini menjadi faktor utama tingginya inflasi di balikpapan. Ia pun berencana untuk mensinergikan sistem informasi tersebut di tiga kota di kaltim yaitu balikpapan, samarinda dan tarakan serta jawa timur yang merupakan daerah pemasok terbesar untuk wilayah balikpapan. “Kita ingin membangun kerjasama yang lebih baik. Karena memang pangan di balikpapan sebagian besar di pasok dari Jawa Timur. Jadi ketika kita bisa dapat informasi dan kerjasama, maka kita juga bisa lebih baik dalam mengendalikan inflasi kita. Dan, kita juga ingin membangun pusat informasi yang kalau bisa lebih baik lagi kedepan,” tutur Tutuk. Masih terkait dengan program TPID Balikpapan, pemkot juga mengganggarkan 400 juta rupiah dalam apbd perubahan untuk pengadaan layar informasi sebesar 5 x 10 meter sebanyak dua buah. Kepala badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) kota balikpapan suryanto, menjelaskan layar informasi itu akan ditempatkan di dua pasar tradisional, agar masyarakat bisa tahu berapa harga komoditas yang dipantau di pasar. “ Selama ini memang masih banyak permainan harga di pasaran. Saya pribadi menilai pembentukan pusat informasi harga ini juga baik. Kami tinggal menganggarkannya saja,” tukas Suryanto. Dalam kesempatan itu, TPID balikpapan juga menyambangi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di RT 4 Rejomulyo Kecamatan Kota, Kediri, yang telah menerapkan KRPL sejak 2011 lalu. Di balikpapan sendiri KRPL baru di launching pada mei 2013 lalu, sehingga dinilai perlu untuk mendalami sistem pengelolaan, permasalahan sekaligus solusi yang dihadapi.
Penyuluh pendamping KRPL Yulianto menuturkan, sebagai kawasan percontohan, pada tahun 2011 pihaknya mendapat hibah dari gubernur jatim berupa rangkaian penunjang KPRL. Diantaranya polibak, terpal, bibit tanaman, bibit lele dan ayam kampung. Diakui Yulianto cukup sulit membangkitkan animo warga. sehingga pihaknya terus memberikan semangat dan contoh fasilitasi teknologi pertanian agar warga tidak jenuh untuk terus menanam. kiat tumbuhkan kesadaran sungkan pun dilakukan, dan hasilnya sedikitnya 40 an rumah di RT 4 Rejomulyo sudah memiliki KRPL0 dan bahkan meluas hingga 30 rumah di rt sebelah. Yulianto sendiri menilai, program KRPL di kalimantan akan sukses jika dijalankan dengan sunguh-sungguh. Mengingat kalimantan masih terdapat hutan sehingga tanahnya masih alami. “Tanah sana kan subur masih alami ga seperti di jawa. Karena disana masih hutan,” ujar Yulianto sembari menambahkan pihaknya harus berjuang keras untuk membangkitkan animo warga terhadap program KRPL ini. Masih di kediri, rombongan TPID balikpapan menyambangi desa puh jarak kecamatan plemahan, yang ternyata telah menerapkan pola KRPL sejak 2010 secara swadaya.
Kepala Desa Puhjarak Sugiyo mengatakan, mayoritas warganya adalah bekerja sebagai petani, sehingga tidak terlalu sulit untuk mendorong terbentuknya kelembagaan kelompok budidaya. Menurut Sugiyo sebagian besar petani palawija dikawasannya telah beralih menjadi peternah lele ataupun petani sayuran, yang mana setelahnya ternyata pendapatan perkapita per bulan para petani tersebut tumbuh antara 300 hingga 500 ribu rupiah. Sugiyo juga mengaku di awal masih menemui sejumlah kendala seperti teknis, perilaku masyarakat dan pendanaan kegiatan. Namun seiring dengan adanya program KRPL oleh pemerintah, pihaknya pun mendapat bantuan simultan dari dinas pertanian provinsi dan juga dalam waktu dekat akan bekerjasama dan bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri. “Alhamdulillah petani kita pendapatannya tinggi. Yang dulu petani palawija sekarang beralih ke ternak lele. Jadi kalau kalkulasinya paling tidak dari pendapatan hasil perkapita per bulan naiknya kurang lebih 500 an,” ujar Sugiyo lantas tersenyum. Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Balikpapan Chaidar Chairulsyah mengungkapkan, kebutuhan pokok di balikpapan 95 persennya berasal dari luar daerah, salah satunya jawa timur. Sehingga ia sangat mendukung program rumah pangan lestari, dengan menganggarkan 214 juta rupiah dalam APBD Perubahan 2013. Anggaran itu nantinya dimanfaatkan untuk pengadaan bibit serta kelengkapan persemaian benih, dan diberikan secara stimulan bagi masyarakat. Dalam studi banding ini, lanjut chaidar, pihaknya akan mengadopsi beberapa jenis komoditas yang bisa ditanam di balikpapan. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, yang selama ini memiliki program penanaman di lahan pekarangan. “Kita membuka peluang untuk bekerjasama dengan pkk kota, karena mereka sendiri punya pekarangan untuk itu. Kita akan sosialisasikan terus program pangan lestari ini. Misalnya menanam terong, cabai, kangkung dan sayuran lainnya yang mudah ditanam di pekarangan,” imbuhnya. Sejatinya, inflasi memang harus ditekan dan harga- harga khususnya komoditi pangan tetap bisa dikendalikan. ini lah yang menjadi tugas TPID Balikpapan agar serius membuat terobosan terobosan sehingga mampu mengubah image balikpapan sebagai kota mahal. Jika image balikpapan sebagai kota mahal sudah hilang, maka dampak harga di pasaran pun sedikit demi sedikit secara sistemik akan turun. Dan bagi konsumen, akan berdampak pada terjangkaunya harga barang yang ada di pasaran. (*)

Selasa, November 27, 2012

Pertamina Utamakan Kepentingan Nasional dalam Pendistribusian BBM Bersubsidi




JAKARTA, 26 November 2012 – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6,9% pada 2012 atau meningkat dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi 2011 sebesar 6,4%. Pertumbuhan ekonomi suatu Negara sangat erat kaitannya dengan pasokan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM). Apalagi, dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat, daya beli masyarakat terdongkrak, volume kendaraan dipastikan juga ikut terkerek, yang pada akhirnya juga menyebabkan peningkatan konsumsi BBM, terutama Premium dan Solar.

Konsumsi Solar dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 6%. Adapun, konsumsi Premium meningkat rata-rata 8% per tahun. Bahkan, pada 2011 peningkatan konsumsi Premium nasional mencapai 11%, dan merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Pada tahun ini, seiring dengan mulai bergeraknya program pemerataan persebaran investasi dan industri ke beberapa daerah di luar Jawa melalui program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), beberapa daerah provinsi ataupun kabupaten/kota di luar Jawa konsumsi BBM tumbuh hingga 25%. Dengan demikian, pertumbuhan kebutuhan BBM, khususnya untuk transportasi darat merupakan sebuah realita sebagai dampak dari kemajuan perekonomian nasional.

Di sisi lain, apabila dicermati dalam 5 tahun terakhir realisasi konsumsi BBM bersubsidi cenderung di atas kuota. Tahun 2006 adalah terakhir kali di mana realisasi konsumsi BBM bersubsidi berada di bawah kuota yang ditetapkan. Tahun lalu, realisasi konsumsi BBM bersubsidi mencapai 41,7 juta KL atau 3% di atas kuota yang ditetapkan sebesar 40,4 juta KL. Namun, kuota BBM bersubsidi tahun ini sempat hanya ditetapkan sebesar 40 juta KL atau lebih kecil dari realisasi tahun sebelumnya.

Apabila kuota BBM bersubsidi pada saat itu tidak ditambah, terlebih setelah beberapa program pengendalian yang direncanakan pemerintah tidak sepenuhnya berhasil, sama artinya dengan menafikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Sampai pada akhirnya, pemerintah dan DPR menetapkan tambahan kuota menjadi 44,04 juta KL pada September 2012, di mana 43,88 juta KL di antaranya menjadi tanggung jawab Pertamina. Tambahan angka kuota BBM tersebut sebenarnya berada di bawah proyeksi Pertamina yang telah disampaikan pada saat penetapan asumsi APBN 2012, yaitu 45,24 juta KL.

Berdasarkan rapat evaluasi pernyaluran BBM bersubsidi pada Oktober dan November 2012, yang dikoordinasikan oleh Kantor Wakil Presiden dan diikuti oleh menteri-menteri terkait, pemerintah melihat perlunya melakukan pengendalian penyaluran BBM bersubsidi agar kuota tidak terlampaui. Dari beberapa pilihan pengendalian, pemerintah menugaskan Pertamina untuk melakukan pengendalian penyaluran BBM bersubsidi dengan kitir, yaitu penjatahan secara proporsional di setiap provinsi sesuai dengan sisa kuota di bagi jumlah hari tersisa hingga akhir tahun.

Mengacu pada surat BPH Migas No. 943/07/Ka BPH/2012 tertanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, Pertamina mulai melakukan pengendalian dengan kitir per tanggal 19 November 2012 dengan pemotongan jatah harian di seluruh SPBU dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat persentasenya antara 1% hingga 35% sesuai dengan kuota yang tersisa di daerah terkait. Berdasarkan data per 23 November 2012, selama dilakukan kitir telah terjadi penghematan rata-rata sebesar 13% dari proyeksi penyaluran normal dalam periode tersebut untuk Solar, dan 10% untuk Premium .

Selama dilakukan pengitiran dalam sepekan terakhir, terjadi fenomena antrean panjang di SPBU di berbagai daerah, seperti Batam, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Palembang, Tanjung Pinang, Lampung, Tarakan, Palangkaraya, Pontianak, Kutai Barat, Purwakarta, Masalembu, Surabaya, Sidoarjo, Atambua, Flores, Kupang, dan beberapa daerah lainnya. Sebenarnya, Pertamina telah menyiapkan BBM non subsidi di semua wilayah di Indonesia sebagai alternative bagi masyarakat. Akan tetapi, antrean terus terjadi karena masyarakat tetap ingin membeli BBM bersubsidi, bahkan sampai bermalam kendati BBM non subsidi masih tersedia. Hal ini juga menunjukkan fakta bahwa masyarakat belum sepenuhnya siap membeli harga keekonomian apabila pada saat yang sama masih ada BBM bersubsidi.

Di beberapa daerah, antrean telah menimbulkan ketegangan. Potensi antrean dapat terjadi di daerah-daerah lain dan dapat berpotensi menciptakan konflik horizontal, sebagaimana telah terjadi di Kutai Barat.

Dengan fakta lapangan tersebut, dan sebagai rasa tanggung jawab Pertamina untuk ikut menjaga stabilitas keamanan nasional, terhitung mulai tanggal 25 November 2012 Pertamina memutuskan untuk menyalurkan BBM bersubsidi secara normal sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah. Sampai dengan 24 November 2012, realisasi penyaluran Premium mencapai 25,2 juta KL dan Solar sebanyak 12,9 juta KL. Dengan normalisasi penyaluran BBM bersubsidi tersebut diperkirakan kuota BBM bersubsidi akan terlampaui masing-masing sekitar 450.000 KL Premium dan 800.000 KL Solar. Pada dasarnya, Pertamina selalu mengikuti penugasan dan arahan pemerintah dalam hal penyaluran BBM bersubsidi. Dalam hal ini, Pertamina selalu berkonsultasi dengan pemerintah c.q Kementerian ESDM dan BPH Migas sebagai pemberi tugas.

Konsultasi juga terus dilakukan terkait dengan rencana BPH Migas untuk melaksanakan Gerakan Nasional Hari Tanpa Premium Bersubsidi yang akan dilaksanakan pada 2 Desember 2012 di mana Pertamina mendapatkan tugas untuk melaksanakan gerakan tersebut. Potensi penghematan dari gerakan ini adalah sekitar 15.000 KL dengan nilai penghematan Rp75 miliar. Namun, sejauh ini Pertamina belum mendapatkan surat resmi penugasan terkait dengan Gerakan Nasional tersebut dari BPH Migas.

Sebagai antisipasi sambil menunggu surat resmi dari BPH Migas, Pertamina telah mulai mensosialisasikan kepada Himpunan Wiraswasta Migas Nasional (HISWANA MIGAS) bahwa pada tanggal tersebut, mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB SPBU-SPBU yang beroperasi di Jawa Bali dan dan 5 kota besar lainnya di luar Jawa, yaitu Medan, Batam, Palembang, Balikpapan dan Makasar tidak melayani penjualan bensin bersubsidi dan menyiapkan alternatif bensin non subsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Plus. Masyarakat tidak perlu khawatir karena SPBU tetap akan beroperasi dan BBM cukup tersedia. (sumber ESDM_PRESSCENTER@YAHOOGROUPS.COM)

Fact sheet

*Kuota BBM Bersubsidi 2012 Disalurkan Pertamina untuk sektor transportasi
Premium : 27,7 juta KL
Solar : 13,6 juta KL


*Realisasi penyaluran BBM Bersubsidi hingga 24 November 2012
Premium : 25,2 juta KL
Solar : 12,9 juta KL


*Efisiensi dari kebijakan pengendalian pasokan (kitir)
Premium : 10% dari rata-rata konsumsi normal
Solar : 13% dari rata-rata konsumsi normal

*Rata-rata penyaluran harian (normal)
Premium : 80.000 KL per hari
Solar : 42.900 KL per hari


*Potensi kelebihan kuota BBM bersubsidi pasca normalisasi pasokan
Premium : 450.000 KL
Solar : 800.000 KL






Selasa, Maret 02, 2010

Mengenal Bank Indonesia




Uang, devisa negara, sistem pembayaran non tunai dan kliring. Empat hal tersebut nyata tidak bisa lepas dari peran serta bank indonesia.

Sesuai undang undang nomor tiga tahun 2004, sebagai bank sentral, bank indonesia wajib menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. untuk mencapai itu, terdapat tiga pilar utama yang menjadi tugas bank indonesia, yaitu, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi kinerja perbankan.

Selain dituntut melaksanakan tugas utama tersebut, bank indonesia juga diminta untuk tetap memiliki komitmen kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud dari program Coorporate social responsibility (CSR).

Saya, atas nama radio IDC Fm, menjadi satu dari enam media di Balikpapan yang berkesempatan mengunjungi Bank Indonesia, Jakarta Pusat selama tiga hari, pada awal Desember 2009 lalu.

Tulisan ini pun, mencoba membahas seputar program kepedulian bank indonesia dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan.

*******************************************

Kedatangan kami dalam rangka mengenal lebih dekat dengan bank indonesia.

Tentu saja kedatangan kami didampingi empat pegawai kantor bank indonesia balikpapan, yang bertindak selaku fasilitator.

Sesampainya di sana, sambutan hangat seorang staff humas bank indonesiai menyapa kami, para insan media asal balikpapan, yang berkunjung ke gedung bank indonesia, pagi itu.

Tanpa membuang-waktu, kami pun diajak kedalam ruangan yang cukup besar, dan didalamnya sudah hadir para pembicara yang akan menyampaikan segala hal menyangkut hak dan wewenang bank indonesia.

Berbicara mengenai hak dan wewenang bank indonesia, tentu tidak terlepas dari yang namanya peredaran uang, pengelolaan devisa negara, sistem pembayaran non tunai dan kliring.

Namun saya sendiri lebih tertarik membahas mengenai program kepedulian bank indonesia atau csr terhadap lingkungan. ini mengingat kondisi bumi kita yang cukup memprihatinkan dewasa ini.

Yang nyata pula, kepedulian lingkungan bank yang berdiri sejak 1951 tersebut selanjutnya berimbas positif pada perekonomian warga setempat.

Setelah membenarkan posisi duduk dan menghidupkan mikrofon dihadapannya, staff pengedaran uang direktorat perkembangan uang dan perencanaan bank indonesia, Yustiman, menyampaikan, bahwa sejumlah Kantor Bank Indonesia dibeberapa daerah, diperkenankan memberi limbah uang kertas atau briket secara cuma-cuma kepada pelaku usaha kecil menengah setempat, satu tahun belakangan ini.

Satu contoh, oleh pelaku Usaha kecil Menengah (ukm) di Jawa Timur (Jatim), limbah briket tersebut pun dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan, seperti boneka.

Padahal sebelumnya, uang-uang yang telah dihancurkan tersebut hanya dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir sehingga menjadi limbah yang merugikan lingkungan.

”Kita buangnya tidak sembarangan. Setelah di uraikan terus kita ratakan di tempat pembuangan akhir sehingga tidak berceceran. Kemudian kalau brikat, itu kan beberapa ukm di jawa timur ingin memanfaatkan limbah itu. Dan kita koordinasi dengan kantor bi disana,” papar Yustiman.

Kesadaran tentang pentingnya mempraktikan program CSR memang menjadi tren global.
Selain sebagai wujud penerapan prinsip Good Corporate Governance, juga terkait dukungan pencapaian tujuan milenium goals development.

Menurut Yustiman, hal ini salah satu upaya dalam menunjukan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. selain itu juga sebagai upaya pengurangan angka kemiskinan menjadi 50 persen dari 18 juta jiwa lebih, pada 2015.

Ibarat sekali mendayung dua terlampaui. Lingkungan menjadi sehat dan kesejahteraan masyarakat sekitar pun tercapai.

”Briket limbah racikan kertas, itu sangat sulit untuk di daur ulang. Karena tintanya itu cukup padat. Dankita ga buang-buang uang, karena itu memang limbah,” ujarnya lagi.

Tidak berhenti sampai disitu.

Untuk kalangan sendiri, peti pengiriman uang bank indonesia ke daerah melalui jasa transportasi laut, rencananya diganti menjadi bahan sejenis kertas karton anti air dari sebelumnya berupa kayu papan.

Staff pengedaran uang lainnya, Agus Susanto, mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, bahan karton lebih tahan air dan lebih tahan lama ketimbang kayu yang lekas lapuk.

”Untuk kemasan sudah disiapkan standarisasinya itu. Kalau dulu menggunakan kayu, kan lekas lapuk. Kita berencana mengubahnya dengan bahan kardus yang tahan air. Itu beberapa negara juga telah menggunakannya,” terang pria berbadan subur itu.

Selain itu, lanjut agus, pihaknya saat ini telah melakukan pengkajian, terhadap bahan baku uang kertas yang ramah lingkungan. Dalam pengkajian ini pihaknya mencoba mengambil sampling dari sejumlah perusahaan pemasok kertas di dunia.

”Kita akan lakukan kajian komprehensif, mungkin ga di Indonesia ada dua perusahaan kertas yang bisa untuk bahan dasar pembuatan uang,” ungkap Agus.

Beranjak dari hal tersebut, di indonesia terdapat 107 kliring lokal, baik dilaksanakan bank indonesia mapun pihak lain yang ditunjuk bank indonesia.

Melaui sistem kliring, para nasabah perbankan bisa melakukan transfer debet dan kredit yang disertai dengan pertukaran warkat baik debet seperti cek dan nota, atau bisa juga melalui warkat kredit.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kebutuhan kliring kian meningkat. dengan volume rata-rata harian mencapai 300 ribu lembar transaksi, penggunaan didominasi warkat kredit seperti transfer dana antar bank.

Nah, untuk tingkatkan pelayanan dibidang kliring, sejak awal 2009, bank indonesia siapkan empat unit mesin baca pilah kliring buatan Kanada.

Bagian kliring bank indonesia, Iwan Setyono, mengatakan, dengan menyiapkan alat baca pilah kriliring, potensi penghematan waktu penghitungan mencapai 95 persen.

Menurut Setyono, sebelumnya penghitungan dan pemilahan kliring dilakukan secara manual sehingga prosesnya pun menjadi lambat.

Dengan adanya mesih baca pilah, pegawai kliring yang dulunya berjumlah 50 orang, kini hanya mencapai 21 orang.

”Dengan adanya alat ini, jam enam kita sudah siap. setelah ada alat ini, tenaga yang dibutuhkan hanya 21 orang dari sebelumnya 50 orang,” ujarnya seraya menambahkan penerimaan warkat dari bank per hari mencapai 60 ribu hingga 120 ribu lembar.

Pertemuan yang menghabiskan waktu sekisar dua jam tersebut pun disudahi, dan selanjutnya kami bertolak menuju gedung Percetakan uang republik indonesia (Peruri) di kawasan kerawang.

Di peruri inilah mata uang rupiah dicetak berdasarkan permintaan bank ineonesia. disamping juga kertas berharga lainnya seperti materai, pasport, tiket pesawat dan ijazah.

Ada temuan menarik disana (menurut saya loh). Tahun 2009, merupakan kali pertama dilaksanakan program pensiun dini bagi karyawan Peruri.

Pensiun dini tersebut dilakukan pada enam desember lalu, yang mana masing-masing pegawai mendapat dana pensiun senilai 300 hingga 500 juta rupiah per orang.

Kepala biro komunikasi dan administrasi peruri, Herlan Arbanto, mengatakan, pihaknya memberi kesempatan bagi 100 dari 2300 karyawan Peruri untuk menikmati pensiun dini.

”Istilah pensiun dini kita baru tahun 2009. ada syarat khusus bagi karyawan yang mau mengajukan. Antara lain, mengalami sakit berkepanjangan, usia diatas 50 tahun dan dinilai kurang produktif,” jelas Herlan.

Menurut Arbanto, program perampingan ini sebagai upaya dalam peningkatan pelayanan hingga internasional.

Nah, pada 2010 ini, Peruri berencana melebarkan pasarnya melalui tender-tender internasional dibeberapa negara potensial. diantaranya Argentina, Nepal, Afrika, Malaysia dan Sri Langka, untuk percetakan kertas berharga.

Menurut Arbanto, hal ini juga untuk menunjukan kemampuan peruri dalam menatap masa depan menuju perusahaan berskala dunia yang unggul.

”Sejak 2008 kita terus giatkan perkembangan di negara lain. Beberapa waktu lalu, sejumlah negara timur tengah kunjungan ke mari dan menyatakan ketertarikan untuk bekerjasama dengan kita. 2010 sendiri kita melirik negara yang memang belum memiliki perusahaan percetakan uang,seperti nigeria, nepal dan argentina,” ulasnya.

Saya pun berpikir sejenak. Bank yang berdiri sejak 1951 tersebut saat ini memang sedang sibuk kembangkan sayap, dalam sangka pemulihan ekonomi dan tanggung jawab sosial yang diemban.

Tentu saja disamping kesibukan hadapi tudingan sejumlah oknum bank indonesia terkait kasus korupsi bank century.

Namun adakah upaya bank indonesia, untuk melakukan penilaian dan pengawasan kinerja dan kesehatan bank, agar kasus dugaan korupsi perbankan tidak lagi mencuat??!!.*n_n*

Sabtu, Mei 23, 2009

konversi, sukses kah?!

Katanya, program pengalihan atau konversi minyak tanah ke gas elpiji untuk menghemat subsidi "penguasa". Tujuannya agar subsidi minyak tanah bisa dialihkan untuk subsidi yang lain. Masyarakat terlihat pro dan kontra dengan program itu. bagi yang kontra beralasan khawatir gasnya "meledak"!!...


Balikpapan terpilih sebagai kota perdana diluncurkannya program konversi minyak tanah ke gas elpiji di Kalimantan. Persiapannya diawali pencacahan atau pendataan oleh konsultan yang dipilih Upms VI Pertamina yakni PT Info Cahaya Hero pada Januari 2009. Adapun penerima paket konversi di Balikpapan mencapai 71 ribu rumah tangga sasaran. Penerimanya pengguna minyak tanah, baik kalangan keluarga miskin, pelaku UKM dan masyarakat umum dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta.
GM Upms VI Pertamina Giri Santoso mengatakan, untuk minyak tanah pemerintah harus merogoh kocek sebesar Rp 3500 per liter. Sementara untuk subsidi gas elpiji pemerintah hanya merogoh kocek Rp 1700 per kilo gram.
"Selain mengirit subsidi, LPG juga irit pake. Dua liter minyak tanah itu setara pemakaiannya dengan satu kilo gram LPG," imbuh Giri.
Giri juga mengatakan, potensi penghematan di Balikpapan terkait program tersebut mencapai 50 miliar per tahun.
masyarakat Balikpapan, khususnya kalangan pedagang dengan penghasilan pas-pasan mengaku sedikit berberat hati terhadap program tersebut. Begitu tau ada konversi ia melakukan penimbunan. Karena,setelah pembagian paket LPG selesai, pertamina hanya akan menyediakan minyak tanah yang non sunsidi. Yang per liternya mencapai Rp 8000 lebih.
"Aduh, saya itu masih takut pake kompor gas, Nanti meledak. Ya itu aq kemarin banyak mbak beli minyak tanah. itu sudah ada itu di rumah 80 liter saya simpan. aq pake itu dulu mbak..," kilah Fatimah, salah satu pedagang gado-gado di kawasan lapangan merdeka.
kekhawatiran seperti itu didapati Pertamina. Mariadi, Kepala Operasi Gas Domestik Regional V Makasar menegaskan, tidak ada istilah tabung gas LPG meledak.
"kalau pun ada tabung yang bocor, akan menimbulkan bau seperti buah durian. Nah, kalau gas keluar dari tabung, bisa mengakibatkan ruangan terakumulasi. ini lah yang menyebabkan timbulnya suara keras," imbuh Mariadi.
memang ada baik dan buruknya kalau menggunakan LPG. Satu sisi kalau pemasangan tabulator tidak tepat, bisa menyebabkan kebocoran gas. dan bukan tidak mungkin bis amengakibatkan kebakaran. tapi disisi lain, memasak dengan kompor gas lebih hemat waktu dan merata hasil masakannya.
"Kalau saya dukung aja mbak. ga perlu takut, kan kita selain dapat kompor,LPG 3 Kg dan tabulator, kita kan dapat petunjuk pemakaian. klo ga ngerti nanti kan bisa minta tolong ke kelurahan," ujar salah satu penerima paket konversi Siti Aminah.
"Lagianmasak pake elpiji itu cepat, bisa hemat uang dan itu mbak peralatan dapur juga ga kotor (berjelaga, red)," tambahnya.
beranjak dari warga penerima paket konversi, sejumlah pengusaha kompor minyak tanah justru merasa diuntungkan. Kasinem, pemilik usaha kompor IDMAS mengatakan, seiring didengungkannya program konversi/ pembelian kompor minyak tanah per hari mencapai lima unit. Padahal sebelumnya, usaha yang berada di bilangan karang jati Balikpapan Tengah itu hanya mampu menjual dua unit per hari.
"Justru untung saya. Malah pernah kompor saya laku 20 biji. Masyarakat sini masih takut pake kompor gituan mbak..," tutur wanita paruh baya itu.
kendati meningkat, Kasinem melakukan ancang-ancang. mengingat si "penguasa" nantinya hanya menyediakan minyak tanah non subsidi. wanita yang menggeluti usaha kompor sejak 1968 itu berencana menjual kompor yang menggunakan batu bara atau arang,"
"Pokoknya kita ga kehabisan akal. apa mau pemerintah itu ya kita ikuti saja lah. saya ga takut rugi kok," pungkasnya mantap.

mendapati hal ini, pemerintah, khususnya pemda Balikpapan dan pertamina patut merasa was-was. apalagi di jawa sana ada yang kedapatan justru menjual paket konversi tersebut dan tetap memilih menggunakan minyak tanah.
sales area manager BBM pertamina Retail Kaltim Agus Taufik Harahap dalam suatu kesempatan, mengingatkan masyarakat penerima paket konversi, untuk tidak menjualnya. karena itu hanya merugikan diri sendiri.
"Satu misal, dalam satu hari rumah tangga bapak dan ibu menghabiskan satu liter minyak tanah. harga per liter minyak tanah itu kisaran Rp 3000. berarti dalam 8 hari, bapak dan ibu harus merogoh uang Rp 24 ribu. Tapi kalau Bapak dan Ibu menggunakan LPG, selama 8 hari cukup membayar Rp 12.500 saja," pesan Agus dalam sosialisasi program konversi di aula Balaikota Balikpapan.
terlepas dari itu, sejumlah pangkalan pun mengatakan tidak menyanggupi untuk menjual LPG 3 Kg. dengan alasan tidak mampu melakukan penebusan.
"Ya untuk itu Pertamina membuka kesempatan kepada masyarakat Balikpapan yang mau membuka pangkalan LPG. terutama untuk daerah pinggiran," imbuh humas Upms Vi Pertamina Bambang Iriyanto.

cukup rumit memang. ditengah keterbatasan kemampuan dan pemikiran sejumlah masyarakat, itu bertentangan dengan pemikiran "penguasa". sejumlah pangkalan pun mengatakan tidak menyanggupi untuk menjual LPG 3 Kg. dengan alasan tidak mampu melakukan penebusan. namun yakinilah pemerintah sang "penguasa" punya rencana jitu di balik itu. bisa saja, subsidi minyak tanah itu dialihkan untuk program pemerataan pendidikan dan mensejahterakan masyarakat. betul kah??!! (*)

Jumat, Februari 27, 2009

dinas pertanian

Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Balikpapan, siapkan 150 ekor bibit sapi, sebagai program sapi bergulir di tahun 2009. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Balikpapan Chaidar Chairulsyah mengatakan,saat ini program tersbeut masih dalam tahap pencarian tender. sementara untuk pelelangannya, dilaksanakan oleh tim satgas pembangunan.

"Aksi lelangnya akan berjalan satu bulan. itu kita mulai laksanakan pada April mendatang," sebut Chaidar lagi.

lebih lanjut, suami utami ini mengatakan, program yang menyedot APBD Provinsi 2009 sebesar satu miliar rupiah tersebut dalam rangka menyanggupi kebutuhan daging sapi di balikpapan. Selama ini, Rumah Potong Hewan (RPH) hanya mampu menyuplai satu persen dari kebutuhan daging sapi di Balikpapan di setiap bulan.

"Di Balikpapan kebutuhan sapi mencapai 750 ekor per tahun. sedangkan RPH kita hanya mampu menyediakan satu persen, lima sampai delapan ekor per bulan. dan untuk menutupi kekurangan itu, penjagal mengambil pasokan sapi dari sulawesi NTT sampai NTB," ujarnya.

"Nanti per ekor bibit sapi kita hargai lima sampai tujuh juta,. kita akan memberikannya kepada masing-masing kelompok" tambahnya lagi sembari mengatakan di balikpapan terdapat 70 kelompok tani.

Segala sesuatunya terkait kesuksesan program sapi bergulir, sudah dipersiapkannya matang-matang. Termasuk jika nanti ada penyelewengan dari petani. pihaknya akan membuat perjanjian dengan kelompok tani. Pun dilakukan pengawasan terhadap tumbuh kembang ternak sapi mereka kelak.

"Kita punya lima petugas penyuluhan untuk memantau kesehatan hewan ternak. namun, kita juga sudah ancang-ancang, jika program sapi bergulir ini tidak berjalan maksimal, kita akan lakukan inseminasi atau kawin suntik," ucapnya mantap.

Selain, sapi bergulir dinas yang berada di jalan marsma iswahyudi ini juga menyiapkan 150 hektar lahan untuk perkebunan karet. program ini menyedot dana apbd provinsi 2009 sebesar dua miliar rupiah.

Dan sama seperti lahan yang disiapkan untuk program sapi, bergulir, perkebunan karet ini tersebar di dua wilayah. yaitu Kelurahan Teritip Balikpapan Timur dan Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara.

"saat ini sudah tersedia 3000 hektar pertanian karet. Dan karet ini mbak, adalah komoditas unggulan di balikpapan loh," ucapnya seraya tersenyum.

Chaidar pun tidak menapik, sejak oktober 2008, harga karet turun hingga 60 persen. jika sebelumnya per kilo karet beku seharga 10 ribu rupiah, kini turun menjadi empat ribu rupiah per kilo gram.

"Krisis finansial ini akan lewat kok. Jadi karet nanti tetap memiliki nilai jual yang tinggi. karet ini bisa bertahan selama satu tahun. jadi sembari menunggu harga stabil, petani bisa beralih dulu ke tanam sayur," tandasnya."

Chaidar juga mengatakan, pohon karet ini akan terus berproduktivitas hingga usia 25 tahun. dan untuk satu hektar perkebunan karet mampu menghasilkan 20 kilo gram karet beku.(*)

Rabu, Desember 10, 2008

Yang Baru Pegadaian Syariah

Luncurkan Produk Mulia

Pegadaian syariah meluncurkan produk baru. Produk tersebut bernama mulia, singkatan dari murabahah emas logam mulia untuk investasi abadi. Kemasan produk ini berupa pembiayaan kepada masyarakat, yang berniat membeli emas batangan logam mulia, lewat pegadaian syariah.
Kepala cabang pegadaian syariah balikpapan nyoto margono mengatakan, produk pembiayaan emas batangan ini diluncurkan pada januari 2009.
Adapun emas batangan yang ditawarkan seberat lima gram, 10 gram, 25 gram, 250 gram dan satu kilo gram. Dan untuk menjamin karatase, akan diterbitkan sertifikat logam mulia.
Sembari menunggu launching, Margono mengatakan pihaknya tengah melakukan sosialisasi. Sosialisasi tersebut ditujukan kepada sejumlah lembaga seperti masjid dan lembaga kegiatan bersifat keagamaan. Sosialisasi tersebut berupa proses mengikuti produk mulia dan jangka pembiayaannya.

Eksistensi Perbankan Syariah di Balikpapan

Bank Syariah Nambah Satu

Jaringan perbankan syariah di Balikpapan akan bertambah satu, yakni Bank Pengkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Ibadurrahman. Pemimpin Bank Indonesia Balikpapan Causa Iman Karana mengatakan, diperkirakan pendirian bank itu pada akhir desember 2008.
suami nining ini mengatakan saat ini BPRS Ibadurahman kini dalam tahap administrasi. perbankan syariah itu tinggal menyerahkan rencana izin prinsip dan rencana kerja untuk 12 bulan kedepan. dan tahap selanjutnya, setelah mendapat tandatangan persetujuan dari pemimpin bi balikpapan, pengelola BPRS bisa beroperasi, selambat-lambatnya 30 hari setelah penandatanganan. Dan selambat-lambatnya 10 hari setelah beroperasi, mengirim laporan ke Bank Indonesia dan melakukan pemasangan papan nama.

didampingi staff perbankan Bank Indonesia Balikpapan Muhammad Ali, causa iman mengatakan BPRS Ibadurahman adalah cabang dari Kabupaten Penajam Paser Utara. Dengan bergabungnya BPRS Ibadurrahman, maka kota balikpapan memiliki enam perbankan berbasis syariah.

Dengan dibukanya perbankan syariah ini, Causa Iman mengatakan, indikasi perkembangan syariah di balikpapan mengalami pertumbuhan cukup pesat. Ini bisa dibuktikan dengan, pada awal 2009, BTN Syariah juga akan berkiprah di Balikpapan. pun dengan Bank Mega Syariah yang akan membuka cabang di tanah grogot.

Hingga oktober 2008, volume usaha tumbuh sebesar 19,75 persen dari tahun sebelumnya. Yaitu dari 306 miliar rupiah pada oktober 2007, tumbuh menjadi 367 miliar rupiah pada oktober 2008.

Sementara dana dari pihak ketiga, lanjut causa iman, pada Oktober 2007 sebesar 254 miliar rupiah, naik menjadi 304 miliar rupiah pada oktober 2008.

Sedangkan kredit bermasalah, causa iman mengatakan masih relatif kecil. Pada tahun 2008 mencapai 1, 73 miliar rupiah lebih.

dampak krisis ekonomi global

Penjualan kendaraan bermotor, elektronik menurun
harga obat meningkat

Terhitung oktober dan november 2008, penjualan kendaraan bermotor mengalami penurunan. Seperti cv semoga jaya, dealer sepeda motor merk Honda. Dealer ini mengalami penurunan mencapai 30 persen angka penjualan sejak dua bulan terakhir. dan ini merupakan dampak dari inflasi atau ketidakstabilan dolar amerika serikat.

Supervisor marketing CV Semoga Jaya Ramos Silalahi menuturkan, target penjualan di tahun 2008 setiap bulan adalah 150 unit. Sementara pada bulan oktober penjualan 131 unit dan november mencapai 120 unit. Sementara angka penjualan terakhir yang melampaui target pada bulan September, yakni sebesar 247 unit. Menurut ramos, ini disebabkan pada bulan tersebut ada satu perusahaan yang membeli sepeda motor honda sebanyak 51 unit.

Ramos sendiri mengaku tidak tahu persis apakah penurunan angka penjualan ini lantaran masyarakat menunggu dollar stabil atau mengalihkannya ke infestasi lain, seperti membeli emas. Namun untuk meningkatkan penjualan pihaknya meluncurkan produk. antara lain memberi bonus setiap pembelian sepeda motor atau memberi subsidi hingga 800 ribu rupiah setiap pembelian sepeda motor dengan cash.

Sementara itu, sales supervisor dealer mobil merk daihatsu dodi juliadi mengatakan, ketidakstabilan ekonomi berpengaruh dari segi permintaan customer dan penjualan. Dikatakan, pada oktober dan november masing-masing angka permintaan sebanyak 85 dan 73 unit. Sementara dari segi penjualan pada bulan yang sama, masing-masing sebanyak 74 dan 86 unit. Sehingga jika dipresentasekan penurunan mencapai 15 persen.

Dodi memprediksikan, 2009 untuk pemesanan produk daihatsu akan stabil di angka 70-an. Namun untuk Desember ini, Dodi menargetkan penjualan dan permintaan mencapai 100 unit.

pasar komputer di balikpapan juga makin lesu sejak oktober hingga desember ini. karyawan mascom balikpapan safik mengatakan sebelum dua bulan terakhir itu, omzet penjualan mencapai Rp 500 juta per bulan. namun kini mengalami penurunan mencapai 20 persen.
safik melontarkan, sebelum fluktuasi nilai tukar dollar amerika serikat, dalam satu hari masccom mampu menjual 10 perangkat komputer. namun sejak dua bulan terakhir, dalam satu hari, ia hanya terjual lima sampai tujuh perangkat komputer.

krisis ekonomi global juga terasa dari sektor kesehatan. harga obat dipasaran naik 0,97 persen. hal ini diamini Manager Apotek Pelayanan Kimia Farma di jalan soekarno hatta km 2,5 balikpapan, Zul Ikhwan. namun itu tidak sepenuhnya karena krisis ekonomi, melainkan juga kebutuhan baku obat-obatan dari negara Cina juga mengalami kenaikan harga lantaran langka.
ia mencontohkan beberapa item yang mengalami kenaikan hatga. antara lain anti biotik merk amoxan 500 mg yang sebelumnya Rp 37.200 per strip, sejak November menjadi Rp 38.200. pun dengan obat anti jamur merk nizoral tablet 200 mg. semula Rp 14.200 naik menjadi 14.300 per tablet.ul ikhwan
Zul Ikwan mengatakan, ada beberapa item obat yang malah mengalami penurunan. penurunan itu sudah berlaku sejak maret 2008. item-item itu adalah obat-obat esensial yang sudah menjadi konsumsi rutin si pasien. contohnya, obat anti diabetes glimel, sebelumnya Rp 11.400 per tablet, hingga sekarang bertahan di harga Rp 2.300 rupiah. pun dengan obat tekanan darah captensin, semula Rp 30 ribu per strip, hingga sekarang bertahan di harga Rp 8.000.

Senin, November 24, 2008

Pedagang Serbu Dinas Pasar


Minta Pasar Pandansari Baru Segera Beroperasi

BALIKPAPAN--Sebagian pedagang tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Pandansari sudah tidak sabar untuk menempati bangunan baru. Apalagi dengan kejadian kebakaran yang menghanguskan 174 lapak pada Sabtu (15/11) malam. Kebakaran yang melanda Pasar Pandansari sudah dua kali terjadi, kejadian pertama berlangsung dua hari setelah perayaan Idul Fitri lalu.
“Kami minta supaya pedagang dipindahkan ke gedung baru, kalau tidak kami akan mengerahkan massa yang lebih banyak,“ tandas Ketua Tim 12, Andy Welly yang juru bicara pedagang TPS Pasar Pandansari kemarin. Andy Welly pada Senin (17/11) datang bersama puluhan perwakilan pedagang yang hingga kini berjualan di TPS.
Menanggapi tuntutan itu, Kepala Dinas Pasar Drs H Achmad Ilhamsyah MSi menyatakan belum bisa memenuhi keinginan pedagang untuk pindah ke gedung yang baru.
Alasannya, wali kota telah membuat kebijakan, Pasar Pandansari yang selesai direhab total baru akan diserahkan tanggal 26 Desember nanti. Pasar tradisional itu nantinya akan dikelola langsung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT).
“Saya mohon bapak-bapak dan ibu-ibu bersabar. Kita harus senasib dengan 1.400 pedagang lainnya. Tanggal 26 Desember oleh pelaksana, baru diserahkan wali kota ke Dinas Pasar,“ ujar Ilhamsyah kepada perwakilan pedagang TPS Pasar Pandan Sari.
Masih di Dinas Pasar, Andy Welly menyatakan, dirinya mengherankan, kenapa pedagang hingga kini belum mengetahui dimana ia akan ditempatkan di gedung baru. Rencana pengundian nomor pedagang sudah sejak lama mencuat namun tak kunjung dilakukan.
“Di shopping, bangunannya belum jadi, pedagang sudah tahu nomor berapa. Di sini (Pasar Pandansari, Red), gedung sudah jadi, pedagang belum tahu nomor berapa,“ katanya.
Pertemuan antara perwakilan pedagang TPS Pasar Pandansari dengan pihak Dinas Pasar berlangsung kurang lebih satu jam. Pedagang juga sempat mempertanyakan bagaimana nasib mereka jika harus menunggu lebih dari satu bulan menempati kios baru.
Ilhamsyah yang sore itu didampingi Kepala UPTD Wilayah VI Sepinggan H A Baharuddin dan bBdang Sosial Budaya Alpur menyampaikan, paling lama dalam dua hari ini, pihaknya akan membersihkan sisa puing-puing kebakaran yang menghanguskan sebanyak 174 lapak tersebut. Sehingga pedagang bisa membangun tenda sementara dan kembali berjualan seperti biasanya.
“Kalau tenda, apakah dibangunkan oleh pemerintah atau bangun sendiri. Kalau boleh pemkot, itu kan hanya satu bulan. Mungkin untuk yang jualan sayur atau pisang, itu kan bisa saja jualan sementara waktu. Kita segera bersihkan puing-puing itu,“ janji Ilhamsyah.
Lebih jauh ia mengemukakan, untuk undian nomor, akan dilakukan usai pembersihan puing-puing kebakaran. Kata dia, pencabutan nomor undian akan berlangsung selama 10 hari. Alasannya, ada 1.400 lapak yang itu tidak mungkin diselesaikan satu atau dua hari. Setidaknya dalam satu hari, bisa 140 nomor yang akan diundi.
“Saya minta pedagang secepatnya supaya menahan diri. Zoning sudah, tapi nomor undian belum. Ini akan kita konsep sebaik-baiknya agar nanti tidak ada lagi pedagang yang komplain,” imbuhnya.
Ilhamsyah sendiri mengatakan UPT saat ini hanya diperkuat tujuh orang. Jumlah itu akan diperbanyak dengan cleaning service (CS). Karena sementara ini, CS ada dibawah pengurus pedagang. “Karena ini UPT, dikelola langsung. Jika nanti ada WC buntu, lampu mati, jangan ada yang komplain ke wali kota. Karena untuk perbaikan itu tidak akan diambil dari APBD,“ tandasnya.
Selain itu Ilhamsyah juga menekankan, pihaknya tidak bisa memerintahkan pedagang untuk segera pindah, lantaran masih terbentur dengan masa pemeliharaan bangunan oleh pihak kontraktor yang baru akan selesai pada 26 Desember.
”Kita tidak bisa langsung main pidahkan begitu saja, sebab sesuai prosedur pedagang bisa pindah setelah masa pemeliharaan bangunan selama 90 hari atau tiga bulan selesai dan diserahkan kepada pemkot,” ujar Ilham.
Beberapa waktu lalu, lanjutnya lagi, Dinas Pasar sempat memindahkan lokasi tempat sampah yang sebelumnya berada di badan jalan, menuju tempat sampah yang ada sekitar kawasan bangunan baru. Keinginan tersebut sempat disoal dengan PT Karunia Wahana Nusa selaku pemenang tender proyek dengan alasan masih dalam masa pemeliharaan, namun karena adanya desakan pedagang akhirnya pihak kontraktor menyetujuinya.
”Kita mau saja mempercepat pemindahan, tapi mau bagaimana lagi sudah prosedurnya seperti itu. Jadi pedagang bisa pindah setelah di atas tanggal 26 Desember,” jelas Ilham.
Kembali ia menjelaskan, kondisi pasar yang baru dibangun belum sepenuhnya sempurna. Masih ada beberapa yang belum diselesaikan kontraktor, seperti pengadaan pintu utama, pintu rolling besi masing-masing kios pedagang serta atap bangunan yang masih terlihat bocor. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar sebelum tanggal 26 Desember, seluruh pengerjaan bangunan, terutama fisik sudah bisa terselesaikan. Sedangkan untuk pengelolaannya, kemungkinan besar tidak akan diserahkan pada pihak swasta, melainkan dialihkan upaya penguatan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pasar Pandansari.
”Masih ada beberapa yang perlu dibenahi lagi. Dan kita akan mengupayakan pengundian kios dilakukan sebelum tanggal 26 Desember, setelah itu baru kita benahi manajemen pengelolaannya dengan memperkuat UPT,” pungkasnya.
Sebelumnya di balaikota, Wakil Wali Kota (Wawali) H Rizal Effendi SE menjelaskan, gedung Pasar Pandansari yang baru nantinya akan dikelola oleh Unit pelaksana Teknis (UPT). Dan tidak ada pihak ketiga atau swasta dalam hal ini. UPT dibawah Dinas Pasar itu nantinya akan diperluas dan penambahan personel. Sehingga sistem manajemennya nanti adalah semi swasta.
“Kita sudah sampaikan ke Kepala Dinas Pasar untuk segera lakukan pengundian, agar Desember pedagang sduah bisa menempati kios barunya. Dan mereka korban kebakaran yang diprioritaskan dalam hal ini,” ujar wawali. (*)

Cara Memotong Unggas Berdasarkan Syariat Islam

17 Penjagal Ayam Ikut Pelatihan


BALIKPAPAN--Dinas Pertanian (Diptan) Subdin Kehewanan dan Peternakan bersama Majelis Ulama Indonesia pada Selasa (18/11) menggelar pelatihan bagi 17 penjagal ayam yang ada di Balikpapan. Kegiatan pelatihan yang dilangsungkan di sekretariat sementara MUI yakni Badan Amil Zakat (BAZ) tersebut merupakan tindak lanjut hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan saat Ramadan lalu. Dari hasil sidak diketahui jika sejumlah penjagal tidak memahami cara memotong ayam berdasarkan syariat Islam. Dalam pelatihan sehari itulah, penjagal diberikan pemahaman soal cara yang benar memotong ayam baik dari sisi kesehatan maupun syariat Islam.
“Cara memotong ayam haruslah HAUS, singkatan dari Halal, Aman, Utuh, Sehat,“ ujar Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Drh Noorlenawati.
Dia menjelaskan, Halal adalah tidak bersentuhan dengan barang atau zat yang diharamkan, semisal kandang babi. Aman, tidak membahayakan seperti mengandung kotoran yakni debu, bulu, rambut dan pecahan gelas. Juga secara biologi tidak mengandung virus, bakteri dan parasit. Dari segi kimia tidak mengandung pestisida, logam berat dan racun. Utuh artinya murni. Tidak dikurangi atau ditambahi zat apapun.
“Sehat, si ayam dalam kondisi baik, tanpa pewarna, daging dan pori-pori bulu putih bersih, agak mengkilap, dan tidak berbau. Dada dan paha kenyal. Pembuluh darah dileher dan sayap bersih tidak terdapat darah. Jadi kalau ada yang suntik ayam, itu salah pak. Air itu ada kumannya dan daging jadi lekas busuk,“ papar Noorlenawati.
Lebih jauh, wanita berjilbab ini menuturkan, Rumah Pemotongan Ayam (RPA), seyogianya dilengkapi sarana membersihkan pisau, berisi larutan desinfektan, lodofor atau air panas. Untuk penjagal berakal sehat jasmani dan rohani. Syarat lainnya antara lain baju bersih, mengenakan tutup kepala, serta mencuci tangan.
“Hal penting segera potong ayam, bulu disingkirkan dan tidak boleh meniup daging (daging disuntik, Red),“ tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Balikpapan Djailani Mawardi yang didaulat sebagai pembicara, lebih menekankan kepada rukun dan sunah penyembelihan. Dirinya menyampaikan, ada lima rukun penyembelihan dan empat sunah dalam menyembelih (selengkapnya lihat boks, Red).
“Seorang pedagang akan mendapat pahala apabila cara jual belinya sesuai dengan ketentuan Islam, bahkan rasulullah SAW. Demikian halnya dengan para penjagal, mereka akan mendapat nilai ibadah dari yang mereka kerjakan itu. Karena melayani kepentingan masyarakat atau ummat dengan syarat memenuhi ketentuan syariat Islam,” ujarnya meniru salah satu Firman Allah SWT.
Sebaliknya, jika mengabaikan dan melawan ketentuan syariat, lanjutnya, akan mereka para penjagal akan gagal dari ibadah bahkan menjadi Maksiat (Durhaka kepada Allah SWT) dosa dan akan mendapatkan laknat.
Djailani Mawardi juga mengingatkan, untuk pemotongan tenggorokan dan kerongkongan, itu tidak boleh dua kali. Namun untuk pemotongan urat nadi itu diperbolehkan.
Satu lagi pembicara dari Komisi Fatwa MUI H Nashirul Haq Lc MA. Dirinya membeberkan, ada anggapan bahwa bangkai ayam itu sah dikonsumsi. Dengan dalih menjadi mubazir, dan mubazir adalah kawannya setan. Padahal, lanjutnya, mengonsumsi bangkai ayam (ayam mati sendiri tanpa dipotong) itu adalah tidak sah. Alasan kuat, bangkai mendatangkan penyakit karena terkandung mubarok didalamnya.
“Penyembelihan belum sempurna, kemudian meninggalkan dengan alasan yang kuat, jika tempo waktu singkat hitungan beberapa menit kemudian dilanjutkan, itu boleh dilakukan. Namun, jika ditinggal hingga mencapai satu jam, itu sama saja sudah menyiksa hewan dan tidak diperbolehkan,“ ulasnya seraya menambahkan anggapan itu oleh sebagian ulama mengatakan penyembelihan belum sempurna, sehingga tidak layak lagi untuk dilanjutkan.
Masih di tempat yang sama Sekretaris MUI Drs H M Jailani menjelaskan, penjagal yang ikut pelatihan tidak pulang dengan tangan kosong. Para penjagal ayam itu, akan mendapatkan sertifikat dan badge. Juga baju seragam yang menunjukan bahwa mereka adalah penjagal ayam potong yang resmi dan telah mendapatkan sertifikat dari MUI.
“Sertifikat dan badge sedang kami proses. Tadi mereka sudah kami foto. Kira-kira satu minggu lah sertifikat dan badge nama itu bisa diambil,“ imbuh Jailani. (*)

Proses/prosedur menyembelih:
1. Doa Bismillahi Allahu Akbar
2. Memutuskan jalan nafas, jalan makanan, jalan darah dengan sekali gerakan, tanpa mengangkat pisau dari leher dan tidak langsung memisahkan kepala.
3. Pisau dibersihkan setiap lima menit atau saat pisau kotor.
4. Celupkan kedalam air panas pada suhu 70-80 derajat. Biarkan 1-2 menit. Ini merupakan proses memanaskan kulit agar bulu ayam mudah dicabut.
5. Setelah cabut bulu, potong kepala, leher, ceker dan keluarkan jeroan
6. Pencucian cepat, air bersih dan tidak terlalu dingin. Pencucian dilakukan dengan menyemprot karkas dengan keras.
Sumber: Diptan Balikpapan

Rukun Penyembelihan:
1. Harus beragama Islam.
2. Menyebut Nama Allah yaitu dengan membaca Bismillahi Allahu Akbar.
3. Hewan yang disembelih halal dimakan.
4. Menggunakan alat (pisau, parang, dsb).
5. Pelaksanaan penyembelihan memutuskan kerongkongan dan tenggorokan dan memutuskan urat tempat saluran makan dan minum.
Sumber: MUI Balikpapan

Sunah-sunah Menyembelih:
1. Menyelembih dengan pisau tajam.
2. Menghadapkan hewan yang disembelih ke arah kiblat.
3. Orang yang menyembelih menghadap arah kiblat.
4. membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW
Sumber: MUI Balikpapan






Biaya Hidup di Kota Minyak Terus Meningkat



Bulan Mei Rp 3,2 Juta, September Jadi Rp 3,7 Juta

BALIKPAPAN--Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat turut mempengaruhi perekonomian masyarakat Indonesia termasuk di Kota Minyak. Inflasi (gejala kenaikan harga secara umum) tinggi, kemampuan memenuhi kebutuhan menjadi berkurang. Hal itu bukan semata terjadi pada sektor keuangan riil, nilai rupiah pun ikut terpengaruh. Bukan hanya pemerintah, pelaku industri dalam negeri yang mengandalkan produk impor untuk modal, komponen dan bahan baku juga kena imbas.
Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik (Kasi IPDS BPS) Kota Balikpapan, Agung Nugroho S ST mengatakan, perbedaan sedikit mencolok terlihat dari rata-rata pengeluaran untuk biaya hidup masyarakat Balikpapan. Dilihat dari segi pendapatan, pada tahun 2006, masyarakat Balikpapan yang berpenghasilan dibawah Rp 1499.999, mengeluarkan biaya hidup dalam sebulan sebesar Rp 135.083. Memasuki tahun 2007 meningkat menjadi Rp 142.328, sehingga mengalami peningkatan sebesar Rp 7.245 (selengkapnya lihat boks, Red).
“Berpenghasilan diatas Rp 600 ribu yang paling besar pengeluarannya. Pada tahun 2006, rata-rata pengeluaran Rp 1.085.115. Tahun 2007 meningkat menjadi Rp 1.107.262, sehingga mengalami peningkatan Rp 2192.377,“ sebut Agung.
Jika tadi secara rinci pengeluaran biaya hidup berdasarkan pendapatan, maka memasuki tahun 2008, BPS telah mengkalkulasikan biaya hidup keseluruhan masayarakat Balikpapan. Disebutkannya, pada Mei 2008, dalam kategori biaya hidup terbesar, Balikpapan masuk dalam peringkat ke-8 yakni Rp 3,22 juta perbulan. Biaya terbesar adalah Jakarta yakni Rp 4,3 juta menyusul Aceh Rp 3,8 juta dan Jayapura Rp 3,70 juta. Rata-rata pengeluaran biaya hidup tersebut, tambahnya, untuk empat orang.
“Skala Nasional, kita urutan ke-8. Tapi regional Kalimantan, kita nomor satu,“ tambahnya seraya menyebutkan posisi kedua adalah Pontianak dengan rata-rata Rp 3,03 Juta, menyusul Samarinda Rp 3,02, Sampit 2,65 dan Palangkaraya 2,61.
Bulan Mei, krisis yang diduga akibat anjloknya saham karena terlalu jor-joran kredit perumahan tersebut telah terasa. Ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM, kebutuhan hidup pun semakin meningkat. Ini bisa dibuktikan dengan terus meningkatnya kebutuhan hidup dari bulan kebulan.
Data terakhir BPS Kota Balikpapan, lanjutnya, pada September 2008, biaya hidup empat orang masyarakat Balikpapan, melonjak hingga mencapai Rp 3,762 juta. Dengan laju inflasi selama bulan September 0,43 persen. Namun lonjakan ini, membuat posisi Balikpapan yang tadinya urutan ke-8 nasional, melorot jadi urutan 16. Sementara posisi pertama tetap pada biaya hidup di Jakarta yakni Rp 5,641 juta, menyusul Jayapura Rp 4,98 juta dan Aceh Rp 4,92.
Angka tersebut diatas menunjukan, betapa semakin meningkatnya biaya hidup. Sehingga masyarakat kecil menjadi semakin terpuruk. Untung saja, Pemkot Balikpapan telah menyediakan anggaran khusus untuk keluarga miskin (gakin). Sebesar 2,5 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan itu dibelanjakan untuk kesejahteraan gakin. (*)

Rata-rata Pengeluaran Sebulan Menurut Golongan Pengeluaran 2007

Golongan Pengeluaran Perkapita Perbulan Rata-rata Pengeluaran
<>Rp 150.000 – Rp 199.999 Rp 177.452,19
Rp 200.000 – Rp 299.999 Rp 263.371,46
Rp 300.000 – Rp 399.999 Rp 348.565,66
Rp 400.000 – Rp 499.999 Rp 448.539,39
Rp 500.000 – Rp 599.999 Rp 544.986,74
Rp 600.000 + Rp 1.107.262,98


Rata-rata Pengeluaran Sebulan Menurut Golongan Pengeluaran 2006

Golongan Pengeluaran Perkapita Perbulan Rata-rata Pengeluaran
<>Rp 150.000 – Rp 199.999 Rp 173.769,20
Rp 200.000 – Rp 299.999 Rp 258.716,66
Rp 300.000 – Rp 399.999 Rp 352.138,36
Rp 400.000 – Rp 499.999 Rp 448.521,54
Rp 500.000 – Rp 599.999 Rp 550.313,23
Rp 600.000 + Rp 1.085.115,74

Sumber: BPS Kota Balikpapan






Senin, September 29, 2008

Puasanya Kaum Dhuafa di Kota Madinatul Iman

SEANDAINYA diminta memilih, Sanibah lebih memilih setiap bulan adalah bulan Ramadan. Menurut gakin RT 07 Batu Ampar ini, puasa atau tidak, lambungnya juga jarang terisi nasi. Selain keadan yang membuat demikian, lanjut usia (lansia) yang tercatat sebagai warga miskin (gakin) ini mendapati kelainan di tenggorokan jika menelan suatu jenis makanan yang tidak dapat diterima tenggorokannya.
Sanibah tidak bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung minyak dan santan. Kalau pun ada tetangga yang mendermakan makanan yang mengandung dua hal diatas, Sanibah yang kini berusia 60 tahun itu sekadar mencicipi. Selebihnya dikonsumsi suaminya Laode (63) dan dua anak angkatnya Pardiansyah (16) dan Yuliani (7). Sanibah hanya mampu mengkonsumsi rebus-rebusan saja.
“Sama aja. Biar ga puasa sehari cuma sekali atau dua kali makan. Puasa aku makan pas sahur aja satu sendok. Trus minum air banyak. Kalau buka makan biasa, itu juga nasinya sedikit,“ tutur Sanibah.
Pada umumnya, menjelang buka puasa, umat muslim menyiapkan hidangan buka puasa yang menggiurkan. Apalagi mereka berasal dari kalangan elite, hidangan terbaik dengan ragam menu lah yang disajikan. Tentu saja sebagai gakin, menyajikan hidangan berbuka yang lezat hanya sebatas mimpi bagi Sanibah. Hanya cukup satu menu, nasi dan air putih aja. Sedikit berbeda lah dengan suami dan anak-anaknya. Terkadang mereka mencampur air putih dengan gula. Agar air terasa manis, dan tubuh tetap bertenaga karena kandungan koarbohidrat pada gula, sehingga tetap fit menjalankan ibadah puasa.
Kondisi Sanibah saat disanggong Post Metro kemarin, sudah lebih baik dibanding terakhir kali bertemu. Sekira satu setengah bulan yang lalu, lansia yang dikaruniai empat anak dan telah berkeluarga itu terlihat susah sekali berbicara. Suaranya berat dan terputus-putus. Terkadang hanya bisikan berat yang terdengar ketika ia hendak mengatakan sesuatu. Kini pemandangan itu berangsur-angsur membaik. Sejak lima hari lalu, lansia berdarah Bugis ini rutin minum jamu tradisional. Jamu itu diberikan oleh anak angkatnya yang menetap di Somber, yang tidak begitu jauh dari kediamannya.
Yang namanya jamu, pasti rasanya pahit dan tidak enak. Untuk Jamu Cap Putri Sakti dalam kemasan botol kaca satu liter, yakni jamu yang ia konsumsi ini, rasanya pahit dan agak sedikit pedas. Kendati setelah minum jamu yang berkhasiat mengobati asam urat dan rematik itu langsug disorong dengan air, tetap saja rasa pahit itu ada dan lama menghilang. Namun, lansia ini amat bersyukur karena gurah yang selama ini menganjal di kerongkongannya berangsur-angsur berkurang. Sehingga ia mulai terlihat enak berbicara.
“Aku minumnya sedikit aja. Seperempat gelas kecil dua kali sehari. Sejak minum ini sudah nak, sedikit enak ini tenggorokanku. Ini tinggal setengah lagi,“ kisahnya sembari menunjukkan jamu yang ia maksud.
Sanibah juga tau benar, bulan Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan barokah. Jika asmanya tidak kambuh, lansia dengan berat badan 29 kg ini rajin salat ke masjid. Tetapi, jika penyakit sesak itu kambuh, ia sungguh tidak mampu lagi. Terutama saat melaksanakan sujud. Ia takut saat itu ia tidak dapat bangkit kembali untuk selama-lamanya.
“Kalau longgar berinak (nafas) baru salat nak. Ngaji juga jarang, karena tarik nafas susah nak,“ keluhnya.
Jika rasa ngilu dibadan menyerang, Sanibah mengobatinya sendiri. Oleskan minyak kayu putih di pundak, kemudian melakukan pijatan-pijatan kecil semampunya. Tak jarang airmatanya berlinang karena tidak kuasa menahan rasa sakit itu. Lain halnya jika ada Yuliani, ia merasa sedikit terbantu. Sementara La ode sibuk mencari nafkah sebagai pemulung dan dibantu Pardiansyah mengutipi sampah di rumah-rumah RT 07 usai pulang sekolah. (*)