Rabu, Februari 08, 2012

Raja yang mendengar nasihat Kambing

Well,kisah dibawah ini juga aq copas alias coppy paste dari buku "Cerita Teladan Burung Bayan". cerita ini sangat cocok untuk perempuan yang akan dan sudah berumahtangga.. cek it dot!! ^_^

************************

Ada seorang raja dari negeri Hindustan yang memerintah dengan adil dan berakhlak mulia. Raja memiliki wilayah kerajaan yang sangat besar. Baginda memiliki seorang istri cantik dan sangat mencintai suaminya. Begitu pula baginda amat mencintai permaisuri yang berbudi ini.

Kesukaan raja Hindustan adalah berburu. Ketika raja sedang berburu di hutan, bertemulah baginda dengan dua ekor ular, ular yang satu betina kelihatan baik wajahnya, sedangkan ular yang jantan tampak jahat. Melihat itu, dalam hati baginda berkata, “Sesungguhnya kedua ular itu bukan pasangan. Yang jantan terlihat jahat, sedangkan ular betina terlihat baik.” Kemudian raja menghunus pedangnya dan menebas ular jantan hingga tewas. Sementara ular betina lari dan kembali ke suaminya, tapi dengan ekor terputus karena kena tebas pedang raja.

“Mengapa ekormu terputus?” Tanya suami ular. Sang istri pun berkata, “ tadi raja Hindustan sedang berburu, lalu hendak menangkapku dengan pedangnya. Untung yang kena Cuma ekorku. Begini lah jadinya,” kata istri ular.
Mendengar pengaduan istrinya, panas lah hati suami ular. “Awas kamu raja Hindustan! Akan kubalas kejahatanmu itu dengan bisa ku yang sangat mematikan ini!” kata suami ular dengan garang. Sesungguhnya ular jantan ini memang raja dari segala ular. Maka pergilah ular ke istana raja. Di tempat duduk raja memang selalu tersaji aneka bunga dan wewangian yang disiapkan permaisuri raja. Ditumpukan bunga dan wewangian itu lah ular jantan bersembunyi. Sampai akhirnya datang lah raja dan duduk diatasnya, dan
bercerita dengan permaisuri tentang peristiwa yang baru dialaminya.

“Tadi dalam perburuan, aku mendapati dua ekor ular. Aku merasa ular betina itu berkencan dengan ular lain yang bukan suaminya. Karena jenis keduanya berbeda. Bagaimana hal ini, seekor ular saja bisa berbuar jahat kepada pasangannya, apalagi manusia?” kata raja.

Diam-diam ular jantan itu mendengar semua pembicaraan raja dan permaisuri. “Hampir saja raja ini mati karena pengaduan yang jahat dari istriku,” guman raja ular geram. Keluarlah raja ular dari persembunyiannya dan menghampiri raja. Melihat ada ular besar, raja pun menghunus pedangnya dengan segera.
“Tuanku Syah Alam, janganlah tuan sangka hamba hendak berlaku jahat. Sesungguhnya hamba adalah suami dari ular betina itu. Duli tuan tuan telah berbuat banyak kepada hamba. Sekarang apa kehendak tuan, agar hamba bisa melakukan persembahan kepada baginda?”
“Lakukan apa saja yang pantas menurutmu,” Kata raja.
“Sesungguhnya hamba memiliki ilmu yang tak dapat dimiliki orang lain. Hamba memiliki ilmu bercakap cakap dengan binatang. Hamba ingin membaginya dengan tuan.” Kata ular jantan dengan takzim. “Tapi tuan tidak boleh memberitahukannya kepada orang lain. Kalau tuan melanggar, maka tuan akan mati,: kata ular mengingatkan akibatnya.

Kemudian ular jantan kembali kesarangnya. Ia pun membawa istrinya menuju tempat bangkai ular jantan yang jahat itu. Ketika dilihatnya ada ekor istrinya tertinggal disana, raja ular pun langsung membunuh istrinya.
Suatu kali, raja Hindustan sedang berada diperaduannya bersama sang permaisuri. Seperti biasa permaisuri menaruh bunga dan wewangian. Rupanya dibawah kasur itu ada sepasang serangga yang mencium wewangian yang sedap itu.
“Kalau saja permaisuri memberiku bunga dan wewangian itu sedikit, tentu sudah kuhamparkan kepadamu.” Kata serangga betina.
“Sayangnya istri raja ini pelit ya? Tak sedikitpun kita dibaginya,” Kata serangga jantan.

Mendengar dialog dua ekor serangga itu, raja Hindustan tertawa-tawa. Permaisuri pun amat kaget melihat perihal suaminya. Raja pun menceritakan kemampuannya mendengar perbincangan sepasang serangga itu. Raja juga mengingatkan bahwa keselamatannya akan terancam jika menceritakan kemampuannya itu pada orang lain. Merajuk lah sang permaisuri. Ia sungguh ingin mengetahui rahasia pembicaraan-pembicaraan binatang.

“Jika kakanda mencintai hamba, ajarkan lah ilmu itu pada hamba. Kalau kakanda tidak mengajarkannya, akan mati lah hamba ini,” Kata permaisuri semakin merajuk.
Mendengar ucapan itu, sedihlah hati raja. “Kalau istriku mati, akan mati pula lah aku ini. karena cintaku padanya, akan kukatakan saja apa yang kuketahui ini. biar aku menanggung akibatnya,” pikir raja.

Seminggu kemudian raja mengajak permaisuri ketaman. Disana ada sebuah mahligai tempat biasa raja dan permaisuri duduk diiringi dayang dayangnya. Lalu ada sepasang kambing yang sedang makan rumput. Raja melihat kambing betina sedang bunting dan menyuruh suaminya mengambilkan sebuah tanaman segar dan menarik untuk dimakan yang letaknya ditengah sebuah kolam. Maka, kambing jantan itu segera mencebur ke kolam hendak mengambilkan tanaman untuk istrinya yang sedang hamil. Tapi ia hamper mati lemas, karena letak tanaman itu di bagian kolam yang paling dalam. Akhirnya kambing jantan naik kembali dan menghampiri istrinya. “Tak sanggup aku mendapatkan makanan itu. Hampir-hampir aku mati lemas,” kata kambing jantan terengah-engah.
Ternyata kambing jantan tetap merengek minta diambil. Dan berulang kali ia mengatakan kalau tidak makan tanaman itu, akan mati lah ia. Kambing jantan pun menjadi marah. “terserah apa katamu! Kalau memang kamu mau mati, mati sajalah. Tapi aku ga mau mati tenggelam gara-gara hendak mengambil tanaman itu. Kalau aku mati, kamu boleh kawin dengan siapa saja yang kamu suka. Kalau kamu mati, akan kucari lagi pasangan peng ganti,” kata kambing jantan tegas.

“Aku tidak mau seperti raja Hindustan itu! Mau saja menuruti keinginan istrinya. Sebaiknya dipikirkan dahulu apa yang dikatakan pasangan kita itu. Perempuan itu ada kalanya bisa menjadi racun, dan ada kalanya bisa jadi penawar. Begitu lah wanita,” kata kambing jantan panjang lebar. Mendengar kemarahan suaminya itu, kambing betina tidak bisa berkata-kata lagi.
Raja memperhatikan semua isi pembicaraan sepasang kambing itu. Diam-diam raja mengakui kebenaran kata-kata kambing jantan itu. Dan ketika permaisuri menagih janji sang raja untuk memberitahukan ilmu berbahasa binatang yang dikuasainya itu, kali ini raja bisa menolaknya. “ kalau tuan tak ajarkan juga, maka akan mati lah hamba,” kata permaisuri sedih.
“Jika adinda mati, aku akan mencari permaisuri pengganti. Seorang istri yang cantik dan patuh kepada suaminya. Sedangkan kalau aku mati, maka cari lah suami pengganti bagimu, yang baik pula,” kata sang raja.

Betapa kaget permaisuri mendengar ucapan raja itu. Semenjak itu, tak berani ia memaksakan kehendaknya kepada suaminya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar